www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Karhutla Riau Belum Aman, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhil dan Inhu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


40 Hektare Gambut Terbakar, Bupati Siak Soroti Gambut yang Dipaksa Kering
Minggu, 13 September 2026 - 13:54:20 WIB
Bupati Siak sorot penyebab karhutla di Siak.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Bupati Siak sorot penyebab karhutla di Siak.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

SIAK - Padamnya titik api di Kabupaten Siak belum membuat pemerintah daerah menganggap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selesai.

Setelah seluruh titik api dinyatakan nihil, perhatian kini diarahkan pada sumber kerawanan baru, terutama pembukaan lahan gambut yang diduga menjadi pemicu kebakaran.

Bupati Siak Afni Zulkifli langsung turun ke lokasi karhutla di Kecamatan Dayun, Sabtu (12/9/2026), sesaat setelah kembali dari Jakarta mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Kepala Daerah (KPPD) IV Lemhannas.

Afni bersama suaminya, Triono Dul Hakim, tiba sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan perbatasan Kampung Sukamulya.

Ia menemui langsung personel Satgas Karhutla yang sebelumnya berjibaku selama berhari-hari melakukan pemadaman.

Di lokasi tersebut, sedikitnya 40 hektare lahan gambut dan rawa dilaporkan terdampak kebakaran.

Karakter lahan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung selama sembilan hari dengan pengerahan sekitar 1.330 personel.

Meski api telah berhasil dikendalikan, pemerintah masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

"Alhamdulillah per hari ini Siak sudah zero firespot, kita jaga bersama Siak bebas titik api. Tinggal pendinginan dan memastikan semuanya aman. Saya terus memantau dan mengawal perkembangan tiap hari," kata Afni.

Kunjungan Afni ke Dayun menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak berhenti ketika titik panas menghilang.

Pemerintah kini menghadapi pekerjaan yang lebih sulit, yakni memastikan lahan yang telah terbakar tidak kembali dibuka dan dikeringkan.

Afni bahkan meninjau lokasi pembukaan lahan yang diduga berkaitan dengan terjadinya karhutla.

Di kawasan tersebut masih terlihat garis polisi dan papan penegakan hukum yang dipasang Polres Siak.

Menurut Afni, persoalan menjadi lebih serius karena lokasi merupakan kawasan rawa gambut yang secara ekologis berfungsi sebagai daerah penangkap air.

"Lahan ini hutan rawa gambut yang harusnya basah, tapi dipaksa kering. Sangat merusak lingkungan. Padahal ini daerah penangkap air, tapi mau dibuat jadi ladang sawit. Kita tak akan biarkan ini terjadi," tegasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan perubahan fokus pemerintah daerah. Setelah operasi pemadaman berhasil menekan titik api, perhatian diarahkan pada aktivitas yang berpotensi menciptakan siklus karhutla baru.

Karhutla di Siak dalam beberapa waktu terakhir mayoritas terjadi di kawasan hutan. Sejumlah titik berada di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Taman Nasional Zamrud dan areal Perhutanan Sosial.

Seluruh titik tersebut telah berhasil ditangani Satgas Karhutla melalui operasi darat maupun dukungan lintas instansi.

Afni menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Satpol PP, perusahaan, pemerintah kecamatan dan pemerintahan kampung.

"Saya bersyukur Siak punya Forkopimda yang kompak memimpin pengendalian karhutla ini. Pak Kapolres dan Pak Dandim bahkan memimpin langsung di lokasi, juga ada Pak Wakil," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah provinsi, termasuk pengerahan personel dan bantuan water bombing untuk mendukung operasi pemadaman.

"Ini hasil kerja kolaborasi dan gotong royong bersama," katanya.

Di balik keberhasilan memadamkan api, pemerintah daerah kini menghadapi persoalan lain: dugaan pembukaan kawasan hutan dan munculnya klaim sepihak atas lahan negara.

Afni menegaskan, Pemkab Siak tidak akan memberikan ruang bagi penerbitan dokumen yang dapat memperkuat klaim atas kawasan hutan atau lahan negara.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah menerbitkan surat edaran yang meminta camat, lurah dan penghulu tidak mengeluarkan surat keterangan apa pun untuk kawasan hutan maupun lahan milik negara.

"Kami mendukung penuh penegakan hukum yang sedang dilakukan Polres Siak. Tidak boleh ada klaim pada lahan milik negara," ujar Afni.

Kebijakan tersebut dinilai penting karena persoalan tata kelola lahan berpotensi menjadi mata rantai yang lebih panjang.

Ketika kawasan hutan dibuka, dikeringkan dan kemudian diklaim untuk aktivitas perkebunan, risiko kebakaran meningkat sekaligus menimbulkan persoalan hukum dan lingkungan.

Karena itu, setelah status titik api mencapai nol, pekerjaan pemerintah belum berakhir. Evaluasi terhadap kawasan terbakar, pengawasan pembukaan lahan dan penegakan hukum menjadi langkah penting agar karhutla tidak kembali menjadi persoalan berulang di Siak.

"Kita tak akan biarkan ini terjadi. Kami mendukung penuh penegakan hukum yang dilakukan Polres Siak. Tidak boleh ada asal klaim di lahan milik negara," tegasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Heli water boombing.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Karhutla Riau Belum Aman, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhil dan Inhu
Kabut asap ganggu aktivitas belajar di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Kabut Asap Ganggu Sekolah di Pekanbaru, DPRD Dorong Opsi PJJ hingga Libur
GDS, tersangka karhutla di Pelalawan saat diamankan di Mapolsek Tapung Hulu.(foto: andi/halloriau.com)Jejak Api di Sekitar Pondok Bawa Polisi ke GDS, 1,5 Hektare Lahan Pelalawan Terbakar
Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.(istimewa)Berita Akurat Kalah Cepat dari Konten Viral, PWI Riau Siapkan Forum Khusus
Calon Penghulu Labuhan Tangga Besar, Meswanto SPd.(foto: afrizal/halloriau.com)Dapat Nomor Urut 3, Meswanto Targetkan Perubahan dan Penguatan Ekonomi Desa Labuhan Tangga Besar
  Hearing Komisi I DPRD Pekanbaru dengan Puskesmas Umban Sari.(foto: mimi/halloriau.com)DPRD Pekanbaru Sorot Nasib Puskesmas Umban Sari Didenda Rp60 Juta, PLN Abaikan Pelayanan Masyarakat?
Pelantikan Ketua TP PKK Bangko.(foto: afirzal/halloriau.com)Bukan Sekadar Pelantikan, Bupati Rohil Tantang TP PKK dan Bunda PAUD Bangko Beri Dampak Nyata
Rapor merah BUMD di Riau.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Rapor Merah BUMD Riau: Kinerja SPR dan PIR Menurun
Senior Vice President of ZTE Zhang Wanchun, CTO of TM Forum George Glass, CTO of XLSMART Shurish Subbramaniam, James Zhang Senior Vice President of ZTE.(foto: istimewa)XLSMART Uji AI di Jaringan Aktif, Target Autonomous Network Level 4 Makin Nyata
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Siak, Heriyanto.BUMD Siak Dievaluasi, BSP Tampil sebagai Mesin Baru Pendongkrak PAD
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved