PEKANBARU – Aktivitas titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera masih menjadi perhatian menjelang puncak musim kemarau.
Berdasarkan pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 44 titik panas terdeteksi tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera pada Sabtu (20/6/2026) sore.
Dari total tersebut, Provinsi Riau tercatat memiliki dua titik panas yang seluruhnya berada di Kabupaten Pelalawan.
Meski jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan wilayah lain, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby menyampaikan, sebaran hotspot di Sumatera didominasi oleh Provinsi Sumatera Selatan.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Sabtu sore terpantau sebanyak 44 titik," ujar Deby.
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 23 titik.
Sementara itu, Bangka Belitung terdeteksi delapan titik panas, Sumatera Barat empat titik, Jambi dan Lampung masing-masing tiga titik, serta Bengkulu satu titik.
Untuk Provinsi Riau, dua hotspot yang terpantau berada di Kabupaten Pelalawan, salah satu daerah yang selama ini masuk kawasan rawan karhutla saat musim kemarau.
Pemantauan hotspot menjadi salah satu indikator penting dalam upaya deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan.
Dengan identifikasi sejak awal, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas ke area yang lebih besar.
BMKG mengimbau seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di kawasan perkebunan maupun kehutanan, untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun selama musim kemarau berlangsung.