PEKANBARU – Aktivitas titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali terpantau pada Rabu, 17 Juni 2026 sore ini.
Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan terdapat 74 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang terbanyak.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, hotspot terdeteksi di lima provinsi di Sumatera dengan jumlah yang bervariasi.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada hari ini terpantau sebanyak 74 titik," ujar Bella Rizky Adelia.
Dari total tersebut, Sumatera Selatan mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 41 titik. Disusul Jambi sebanyak 17 titik, Riau 10 titik, Bangka Belitung 4 titik, dan Sumatera Barat 2 titik.
Sementara itu, untuk wilayah Provinsi Riau, BMKG mendeteksi 10 titik panas yang tersebar di empat kabupaten dan kota.
Sebaran hotspot tersebut meliputi Kabupaten Siak sebanyak 4 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Kampar 2 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
Keberadaan hotspot menjadi indikator awal yang terus dipantau oleh BMKG dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama memasuki periode cuaca yang lebih kering di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan dini di daerah-daerah yang terdeteksi memiliki titik panas agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
"Khusus di Riau, titik panas terpantau berada di Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Siak," pungkasnya.
Pemantauan hotspot dilakukan secara berkala menggunakan satelit untuk mendukung upaya mitigasi karhutla yang selama ini menjadi perhatian serius di wilayah Sumatera, termasuk Provinsi Riau.