PEKANBARU – Aktivitas titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera masih terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan pemantauan satelit hingga Jumat (12/6/2026) sore, tercatat sebanyak 57 titik panas tersebar di sejumlah provinsi, termasuk Riau yang menyumbang delapan hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati mengatakan, sebaran titik panas di Sumatera masih didominasi oleh Sumatera Selatan dengan jumlah mencapai 27 titik.
“Total titik panas di wilayah Sumatera pada Jumat sore terpantau sebanyak 57 titik,” ujar Ranti Kurniati dalam laporan pemantauan BMKG.
Dari total tersebut, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, disusul Jambi sebanyak 11 titik.
Sementara Provinsi Riau berada di urutan berikutnya dengan delapan titik panas yang tersebar di empat kabupaten.
Ranti menjelaskan, delapan hotspot di Riau terdeteksi berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak empat titik, Kabupaten Siak dua titik, Kabupaten Indragiri Hilir satu titik, serta Kabupaten Indragiri Hulu satu titik.
“Sebaran titik panas di Riau terdapat di Pelalawan empat titik, Siak dua titik, Indragiri Hilir satu titik, dan Indragiri Hulu satu titik,” katanya.
Selain Riau, BMKG juga mencatat dua titik panas di Bengkulu, satu titik di Lampung, dua titik di Sumatera Utara, serta enam titik di Kepulauan Bangka Belitung.
Pemantauan hotspot menjadi salah satu indikator penting dalam upaya deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki periode cuaca yang lebih kering di sejumlah wilayah Sumatera.