PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan sebanyak 31 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera pada Jumat (19/6/2026).
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau mencatat tiga titik panas yang seluruhnya berada di Kota Dumai.
Data pemantauan satelit BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar hotspot di Sumatera terdeteksi di Sumatera Selatan dengan 22 titik.
Sementara itu, Bangka Belitung terpantau memiliki lima titik panas dan Jambi satu titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun mengungkapkan, keberadaan hotspot tersebut menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah yang memasuki periode cuaca kering.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Jumat, 19 Juni 2026, terpantau sebanyak 31 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat tiga titik panas yang seluruhnya berada di Kota Dumai," kata Anggun.
Berdasarkan sebaran hotspot yang dirilis BMKG, rincian titik panas di Sumatera meliputi Jambi satu titik, Sumatera Selatan 22 titik, Bangka Belitung lima titik, dan Riau tiga titik.
Meski jumlah hotspot di Riau relatif rendah dibandingkan provinsi lain di Sumatera, pemantauan intensif tetap dilakukan guna mengantisipasi munculnya kebakaran lahan yang dapat memicu kabut asap.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas, agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini.
Keberadaan hotspot tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran, namun menjadi indikator yang memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.