PEKANBARU - Di tengah meningkatnya aktivitas titik panas di sejumlah wilayah Sumatera, Provinsi Riau justru mencatatkan kondisi yang cukup menggembirakan.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (11/6/2026) sore, tidak ditemukan satu pun titik panas (hotspot) di wilayah Riau.
Data tersebut menunjukkan Riau menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Sumatera yang nihil hotspot saat sejumlah daerah lain masih terdeteksi memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 77 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera pada Kamis sore terpantau sebanyak 77 titik," ujarnya.
Berdasarkan data BMKG, sebaran hotspot terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 44 titik panas. Sementara provinsi lainnya juga masih terpantau memiliki hotspot dengan jumlah yang bervariasi.
Rinciannya, Bengkulu sebanyak 3 titik, Jambi 6 titik, Lampung 12 titik, Sumatera Barat 1 titik, serta Kepulauan Bangka Belitung 11 titik.
"Sedangkan untuk Provinsi Riau nihil titik panas," tegasnya.
Kondisi tersebut menjadi sinyal positif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menjadi perhatian serius, terutama saat memasuki periode musim kemarau.
Meski demikian, BMKG mengingatkan seluruh pihak agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, cuaca panas dan berkurangnya intensitas hujan berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api dalam beberapa pekan ke depan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, perusahaan, hingga masyarakat diharapkan terus menjaga lahan dan tidak melakukan pembakaran saat membuka area perkebunan maupun pertanian.