PEKANBARU - Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera terpantau relatif terkendali pada Kamis (18/6/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), total terdapat 25 titik panas yang terdeteksi di sejumlah provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah yang mencatat jumlah terbanyak.
Data terbaru menunjukkan Provinsi Riau hanya memiliki satu titik panas yang terpantau berada di Kota Dumai.
Kondisi ini menjadi indikator positif dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus dilakukan berbagai pihak selama musim kemarau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, terdapat 25 hotspot yang tersebar di enam provinsi di Sumatera.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Kamis sore terpantau sebanyak 25 titik. Sebarannya meliputi Jambi tiga titik, Sumatera Selatan 17 titik, Bangka Belitung satu titik, Bengkulu dua titik, Lampung satu titik, dan Riau satu titik yang berada di Kota Dumai," kata Mari Frystine.
Dari keseluruhan data tersebut, Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 17 titik atau sekitar 68 persen dari total titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera.
Sementara itu, keberadaan satu titik panas di Kota Dumai tetap menjadi perhatian petugas meskipun jumlahnya relatif rendah dibandingkan wilayah lain.
Pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan hotspot tersebut tidak berkembang menjadi kebakaran lahan yang lebih luas.
BMKG mengingatkan bahwa titik panas merupakan indikator awal yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan melalui pengamatan satelit.