PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera masih terpantau cukup tinggi pada Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jumlah hotspot di seluruh Sumatera mencapai 200 titik.
Provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak berada di Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan, yang masing-masing mencatat 64 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau terdeteksi memiliki lima titik panas yang tersebar di tiga kabupaten.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy mengatakan, hasil pemantauan satelit menunjukkan masih adanya aktivitas hotspot di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Riau.
"Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 200 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat lima titik panas yang tersebar di Kabupaten Bengkalis satu titik, Kabupaten Siak satu titik, dan Kabupaten Indragiri Hulu tiga titik," ujarnya.
Secara keseluruhan, distribusi hotspot di Sumatera meliputi Aceh sebanyak 9 titik, Jambi 9 titik, Kepulauan Bangka Belitung 64 titik, Bengkulu 10 titik, Sumatera Selatan 64 titik, Sumatera Barat 9 titik, Sumatera Utara 14 titik, Lampung 14 titik, Kepulauan Riau 2 titik, dan Riau 5 titik.
Data hotspot dari BMKG menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, keberadaan titik panas tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran karena masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan hotspot sebagai langkah deteksi dini, terutama memasuki periode musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.