PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mencapai 119 titik hingga Sabtu (11/7/2026) sore.
Dari seluruh provinsi di Sumatera, Riau menjadi salah satu wilayah dengan jumlah hotspot paling sedikit, yakni hanya satu titik yang terpantau berada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Data tersebut disampaikan Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, berdasarkan hasil pemantauan satelit terbaru.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Sabtu sore terpantau sebanyak 119 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat satu titik panas yang berada di Kabupaten Inhu," ujar Elisa.
Berdasarkan data BMKG, sebaran hotspot terbanyak berada di Aceh dan Sumatera Selatan, yang masing-masing mencatat 26 titik panas.
Sementara Kepulauan Bangka Belitung menyusul dengan 24 titik, kemudian Lampung sebanyak 20 titik.
Di provinsi lainnya, BMKG mendeteksi 10 titik panas di Jambi, 5 titik di Bengkulu, 4 titik di Sumatera Utara, serta 3 titik di Sumatera Barat.
Minimnya jumlah hotspot di Riau menjadi indikator positif dalam upaya pengendalian potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski demikian, keberadaan satu titik panas tetap menjadi perhatian karena dapat berkembang menjadi kebakaran apabila kondisi cuaca mendukung.
BMKG mengingatkan bahwa pemantauan hotspot dilakukan secara berkala menggunakan citra satelit sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi karhutla.
Data ini juga menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan verifikasi lapangan serta langkah antisipasi jika diperlukan.
Masyarakat, khususnya di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot, diimbau tetap waspada terhadap potensi munculnya kebakaran lahan selama musim kemarau serta menghindari aktivitas pembakaran terbuka yang dapat memicu meluasnya api.