PEKANBARU – Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera kembali menunjukkan peningkatan perhatian terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Minggu (2/8/2026), tercatat 261 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera dan wilayah sekitarnya.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun menyampaikan, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni mencapai 93 titik. Sementara itu, Bangka Belitung berada di posisi berikutnya dengan 62 titik panas.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Minggu (2/8/2026) ada 261 titik," ungkap Anggun.
Data tersebut menunjukkan konsentrasi titik panas masih cukup tinggi di beberapa wilayah yang selama ini memiliki kerentanan terhadap kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca mendukung munculnya titik api.
Selain Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, sebaran hotspot juga terpantau di sejumlah provinsi lainnya.
Jambi tercatat memiliki 20 titik, sedangkan Riau juga berada pada angka yang sama, yakni 20 titik panas.
Di Provinsi Riau, total hotspot yang terpantau mencapai 20 titik. Sebaran tersebut berada di enam wilayah kabupaten dan kota.
Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Riau, yakni 8 titik. Selanjutnya, Kota Dumai tercatat memiliki 5 titik, sedangkan Kabupaten Indragiri Hilir terpantau 4 titik.
Sementara itu, masing-masing 1 titik panas terdeteksi di Kabupaten Rokan Hilir, Siak, dan Indragiri Hulu.
Tingginya jumlah titik panas di sejumlah wilayah Sumatera menjadi salah satu indikator yang perlu terus dipantau, khususnya di daerah yang memiliki lahan gambut dan kawasan rawan karhutla.