PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali menunjukkan peningkatan pada Rabu (15/7/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, total terdeteksi 187 hotspot yang tersebar di berbagai provinsi.
Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 48 titik, disusul Bangka Belitung sebanyak 47 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau berada di posisi berikutnya dengan 25 hotspot, sehingga menjadi salah satu daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Rabu sore, total hotspot di Sumatera tersebar di sepuluh provinsi.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera pada Rabu (15/7/2026) sore terpantau sebanyak 187 titik," ujar Bella Rizky Adelia.
Secara rinci, sebaran hotspot meliputi Aceh 3 titik, Bengkulu 7 titik, Jambi 11 titik, Lampung 8 titik, Sumatera Barat 17 titik, Sumatera Selatan 48 titik, Sumatera Utara 18 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Bangka Belitung 47 titik, dan Riau 25 titik.
Di Provinsi Riau, Kabupaten Siak menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 16 titik. Kondisi ini menjadikan Siak sebagai wilayah dengan konsentrasi titik panas paling tinggi di Riau pada hari tersebut.
Selain Siak, hotspot juga terdeteksi di beberapa kabupaten lainnya, yakni Kuantan Singingi sebanyak 3 titik, Pelalawan 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, serta Indragiri Hilir 1 titik.
Data hotspot ini menjadi salah satu indikator awal yang digunakan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Namun, keberadaan titik panas belum tentu menunjukkan adanya kebakaran sehingga tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui pemantauan lapangan.
Peningkatan jumlah hotspot di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Riau, menjadi perhatian berbagai pihak mengingat musim kemarau mulai meningkatkan potensi munculnya karhutla di daerah yang memiliki lahan gambut maupun kawasan berhutan.