www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Tersangka Korupsi Pupuk Subsidi Rp34,3 Miliar di Pelalawan Bertambah, Bongkar Jaringan Pengecer
Kamis, 15 Januari 2026 - 09:55:23 WIB
Proses eksekusi belasan tersangka kasus korupsi pupuk oleh Kejari Pelalawan ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.(foto: andi/halloriau.com)
Proses eksekusi belasan tersangka kasus korupsi pupuk oleh Kejari Pelalawan ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.(foto: andi/halloriau.com)

PELALAWAN - Upaya penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Pelalawan terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Kejari Pelalawan kembali menetapkan satu tersangka baru, sehingga total pelaku yang terjerat dalam kasus ini mencapai 16 orang.

Penetapan tersangka terbaru dilakukan pada Rabu (14/1/2026) setelah penyidik memeriksa seorang saksi yang sebelumnya mangkir dari panggilan.

Tersangka tersebut berinisial RF, seorang pengecer pupuk subsidi di Kecamatan Bunut.

“Tersangka berinisial RF, laki-laki, berasal dari Kecamatan Bunut dan berperan sebagai pengecer pupuk subsidi,” ujar Kajari Pelalawan, Siswanto AS melalui Kasi Pidsus Eka Mulia Putra, didampingi Kasi Intelijen Robby Prasetya, Kamis (15/1/2026).

Pemeriksaan Maraton dan Penahanan

RF sebelumnya tidak memenuhi panggilan penyidik pada Selasa (13/1/2026) bersama 14 tersangka lain yang langsung ditahan.

Setelah kembali dipanggil, RF akhirnya hadir dan menjalani pemeriksaan intensif hingga sore hari.

“Yang bersangkutan diperiksa terlebih dahulu seperti proses penetapan tersangka lainnya. Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup,” jelas Eka Mulia Putra.

Berdasarkan bukti tersebut, RF resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru sekitar pukul 16.00 WIB.

Jaringan Korupsi Terstruktur

Dengan penambahan ini, total 16 tersangka terdiri dari 14 laki-laki dan 2 perempuan. Dari jumlah tersebut, 15 orang ditahan, sementara satu tersangka tidak ditahan karena kondisi kesehatan.

Kasus ini mengungkap jaringan korupsi pupuk subsidi yang melibatkan penyuluh pertanian berstatus PNS serta pengecer dan distributor, tersebar di tiga kecamatan, yakni Bandar Petalangan, Bunut dan Pangkalan Kuras.

Di Kecamatan Bandar Petalangan, dua penyuluh PNS berinisial Y dan ZE bersama tiga pengecer AS, EW dan JH telah lebih dulu ditahan.

Menariknya, JH juga berstatus sebagai PNS, memperlihatkan adanya konflik peran dalam distribusi pupuk subsidi.

Sementara di Kecamatan Bunut, penyidik menetapkan enam tersangka, terdiri dari dua penyuluh PNS BM dan AN, serta empat pengecer SS, M, A, dan RF.

Adapun di Kecamatan Pangkalan Kuras, tersangka meliputi penyuluh PNS SB dan empat pengecer ERH, YA, PS, dan S.

Tersangka ERH, seorang perempuan, ditangkap lebih awal di Pekanbaru pada 8 Januari lalu, yang berperan sebagai distributor sekaligus pengecer.

Negara Rugi Rp34,3 Miliar

Praktik penyelewengan pupuk subsidi yang berlangsung selama empat tahun (2019-2022) ini menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp34.368.779.915,45.

Nilai tersebut merupakan hasil perhitungan resmi dari Inspektorat Provinsi Riau, dengan rincian, di Kecamatan Bandar Petalangan Rp6,2 miliar lebih, Kecamatan Bunut Rp9,2 miliar dan Kecamatan Pangkalan Kuras Rp18,9 miliar.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Polisi bakar rakit PETI di Kuansing.(foto: mcr)Polres Kuansing Musnahkan 23 Peralatan PETI, Tak Satu pun Pelaku Diamankan
Warga binaan Lapas Bagansiapiapi jalani pemeriksaan kesehatan.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Periksa Kesehatan Warga Binaan, Ini Hasilnya
Perhotelan di Riau lesu.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Hotel di Riau Masih Lesu, PHRI Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)167 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Bagaimana Kondisi Riau Sore Ini?
  Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)Kejar Realisasi 90 Persen, Pemprov Riau Hadapi PR Utang Tunda Bayar dan Jalan Rusak
Ketua Astindo Riau, Harpina Diansari (foto/int)Astindo Riau Bidik Momentum Libur Akhir Tahun, Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
Warga binaan Rohil kembali belajar di kelas.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Buka Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan Lewat Kelas Lentera Asa
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved