www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kasus SPPD Fiktif di DPRD Riau Mandek, Ahli Hukum: Kepercayaan Publik Hilang
Selasa, 30 Desember 2025 - 13:28:57 WIB
SPPD fiktif DPRD Riau mandek.(ilustrasi/int)
SPPD fiktif DPRD Riau mandek.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Penanganan kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Riau kembali menjadi sorotan publik.

Hingga kini, proses penyidikan yang telah berjalan cukup lama belum juga berujung pada kepastian hukum, baik berupa penetapan tersangka maupun penghentian perkara secara resmi.

Situasi ini dinilai berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Apalagi, sejumlah saksi telah diperiksa dalam proses penyidikan, namun arah penyelesaian perkara masih belum jelas.

Pengamat hukum Riau, Dr Parlindungan SH MH menilai, lambannya kejelasan kasus tersebut mencerminkan ketidaktegasan dalam penanganan perkara pidana.

Ia menyinggung adanya penyitaan aset dari salah satu saksi yang kemudian dibatalkan melalui putusan praperadilan.

“Penyitaan aset yang kemudian dikembalikan lewat praperadilan menunjukkan adanya keragu-raguan dalam proses penyidikan. Ini memperkuat kesan bahwa perkara ini belum ditangani secara konsisten,” ujar Dr Parlindungan, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, prinsip utama dalam hukum pidana adalah kepastian hukum.

Jika penyidik menilai alat bukti belum mencukupi, maka penghentian penyidikan melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) seharusnya dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab.

“Kalau bukti tidak cukup, SP3 adalah pilihan yang sah dan justru menunjukkan profesionalitas. Sebaliknya, jika unsur pidana terpenuhi, perkara harus segera dilimpahkan ke tahap penuntutan hingga pengadilan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, perkara yang dibiarkan menggantung terlalu lama rawan menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Kondisi ini tidak hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga dapat merusak wibawa institusi penegak hukum.

Lebih lanjut, Dr Parlindungan menyoroti potensi ketidakadilan akibat status hukum seseorang yang tidak kunjung jelas.

Dalam praktik hukum, tidak terdapat batas waktu yang tegas terkait status tersangka yang belum ditahan, sehingga ketidakpastian tersebut bisa berlangsung berkepanjangan.

“Menetapkan status hukum tanpa kejelasan tindak lanjut berpotensi melanggar rasa keadilan. Kepastian arah penyelesaian perkara adalah bentuk perlindungan hukum bagi semua pihak,” jelasnya.

Ia menegaskan, dengan banyaknya saksi yang telah diperiksa, publik berhak mendapatkan kejelasan apakah kasus dugaan SPPD fiktif di Setwan DPRD Riau akan dilanjutkan ke tahap berikutnya atau dihentikan secara resmi.

Kepastian penyelesaian perkara dinilai penting untuk menjaga keadilan, transparansi, serta mencegah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum di Riau.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved