JAKARTA – Keluhan mengenai meningkatnya tagihan listrik dan lebih cepat habisnya token listrik ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah pengguna mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan listrik rumah tangga dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, meskipun mereka merasa pola penggunaan listrik tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Salah satu unggahan yang menjadi perhatian datang dari akun Threads @bimontoko77. Dalam unggahannya, ia mengeluhkan meningkatnya pengeluaran rumah tangga, termasuk untuk pembelian token listrik.
"Token listrik biasa Rp100 ribu seminggu, ini tiga sampai empat hari sudah habis," tulis akun tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan akun X @bebipokcoy yang mengaku masa pakai token listrik di rumahnya terasa lebih singkat dibandingkan biasanya.
"Ih pantesan, tiap sembilan hari masa token gw bunyi. Padahal pemakaiannya kan gak plek ketiplek tiap bulan," tulisnya.
Sementara itu, akun @Vousmevoyou27 mengaku baru menyadari adanya peningkatan biaya listrik saat melakukan pembayaran tagihan bulan ini.
"Jujur barusan tadi pagi ngebatin kenapa bayar listrik bulan ini mahal banget, ya ternyata emang naik ya?" tulis akun tersebut.
Keluhan lain datang dari akun @NyonyaHutajulu yang menyebut biaya listrik di rumahnya maupun rumah orang tuanya mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Percakapan mengenai kenaikan biaya listrik semakin ramai setelah akun @KapudS640 mengunggah utas yang mengaku menerima banyak laporan serupa dari masyarakat.
"Persis banget bulan kemarin saya bikin thread listrik naik. Bulan ini naik lagi. Ini bener-bener naik tiap bulan dengan pemakaian sama persis," tulisnya.
Sementara itu, akun @AyaNgaranna membagikan tangkapan layar riwayat penggunaan listrik yang menunjukkan adanya peningkatan konsumsi listrik dalam dua bulan terakhir. Menurut pengakuannya, tidak ada perubahan berarti dalam penggunaan perangkat elektronik di rumah.
Ramainya keluhan tersebut memicu berbagai diskusi di media sosial. Sebagian pengguna menduga peningkatan biaya terjadi akibat perubahan pola konsumsi listrik yang tidak disadari. Namun, tidak sedikit pula yang meminta adanya penjelasan resmi terkait penyebab lonjakan tagihan maupun konsumsi token listrik yang mereka alami.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PT PLN (Persero) terkait ramainya keluhan masyarakat mengenai dugaan kenaikan tagihan listrik dan percepatan habisnya token listrik yang beredar di media sosial.
Masyarakat pun menunggu penjelasan lebih lanjut guna mengetahui faktor yang menyebabkan perbedaan tagihan maupun konsumsi listrik yang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.