Otomotif
BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
 


Survei Global Ungkap Kemampuan Gen Z Paling Diragukan Saat Ganti Ban Bocor
Senin, 06 Juli 2026 - 22:14:28 WIB
Mayoritas orang masih andalkan Gen X saat ban bocor.(ilustrasi/int)
Mayoritas orang masih andalkan Gen X saat ban bocor.(ilustrasi/int)

JAKARTA - Kemampuan dasar dalam menangani masalah kendaraan, seperti mengganti ban bocor, masih lebih banyak dikaitkan dengan generasi yang lebih senior.

Temuan survei internasional terbaru memperlihatkan bahwa Generasi X tetap menjadi kelompok yang paling dipercaya ketika menghadapi situasi darurat di jalan, sementara Generasi Z berada di posisi terbawah dalam tingkat kepercayaan publik.

Hasil riset yang dilakukan Autotrader UK terhadap lebih dari 3.000 pengemudi di 15 negara menunjukkan adanya kesenjangan persepsi antargenerasi terkait keterampilan otomotif dasar.

Di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Portugal, dan Australia, tidak ada responden yang menempatkan Generasi Z sebagai pilihan utama untuk membantu mengganti ban kendaraan yang bocor.

Sebaliknya, Generasi X yang saat ini berusia sekitar 46 hingga 61 tahun mendominasi sebagai generasi paling dipercaya dalam menangani persoalan tersebut.

Di Amerika Serikat, sekitar 67 persen responden memilih kelompok ini sebagai yang paling andal. Secara global, Generasi X memperoleh tingkat kepercayaan sebesar 57 persen, jauh melampaui generasi lainnya.

Di sisi lain, tingkat kepercayaan terhadap Generasi Z masih sangat rendah. Secara keseluruhan, hanya sekitar 2 persen responden yang menilai generasi termuda dalam survei tersebut sebagai kelompok yang paling mampu mengganti ban bocor.

Meski demikian, hasil penelitian juga mengungkap adanya perbedaan antara persepsi publik dan rasa percaya diri Generasi Z.

Di Inggris, sebanyak 43 persen responden dari kelompok usia muda menyatakan yakin mampu mengganti ban kendaraan sendiri. Sementara di Amerika Serikat, angkanya mencapai 29 persen.

Perbedaan tersebut dinilai tidak lepas dari perubahan pola belajar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Jika generasi sebelumnya banyak memperoleh keterampilan otomotif melalui pengalaman langsung atau bimbingan keluarga, Generasi Z lebih mengandalkan sumber digital seperti video tutorial, media sosial, platform berbagi video, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempelajari cara melakukan perbaikan kendaraan.

Menariknya, survei itu juga menunjukkan bahwa keraguan publik terhadap kemampuan Generasi Z belum sepenuhnya sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Mayoritas responden Gen Z yang pernah mencoba memperbaiki kendaraannya mengaku berhasil menyelesaikan pekerjaan tanpa memperburuk kerusakan mobil.

Di sebagian besar negara yang menjadi lokasi survei, lebih dari 80 persen responden Generasi Z menyatakan upaya perbaikan mandiri yang mereka lakukan berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah tambahan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman praktis memang masih menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat.

Namun, perkembangan teknologi dan akses informasi digital mulai membentuk pola belajar baru yang memungkinkan generasi muda menguasai keterampilan otomotif dasar secara mandiri.

Seiring semakin berkembangnya sumber pembelajaran digital, kesenjangan kemampuan antar-generasi dalam menangani persoalan sederhana pada kendaraan diperkirakan akan terus menyempit, meski persepsi publik kemungkinan masih membutuhkan waktu untuk berubah.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 

Suzuki.
Emisi Gas Buang Suzuki
Perawatan AC Suzuki Tips Menghemat Bahan Bakar (BBM) Saat Mengemudi Tips Mengemudi Hemat BBM ala Suzuki tanpa Modifikasi
 
 
 
MobiL
Peletakan Batu Pertama Dealer KIA HSH Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved