www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Sekda Riau: Kritik Pelayanan Boleh, Tapi Jangan Asal Menilai dari Informasi Minim
Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:09:08 WIB
Sekdaprov Riau, Syarial Abdi.(foto: mcr)
Sekdaprov Riau, Syarial Abdi.(foto: mcr)

PEKANBARU - Kecepatan informasi di era digital membuat masyarakat semakin mudah mengetahui sekaligus merespons berbagai peristiwa.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan serius berupa penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menyesatkan publik.

Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media digital.

Menurutnya, kemampuan melakukan verifikasi menjadi bagian penting dari budaya literasi digital yang harus terus dibangun.

Hal itu disampaikannya saat berada di Ruang Siniar Diskomimfotik Riau, Jumat (24/7/2026).

Ia menilai masyarakat saat ini semakin terbiasa menggunakan media digital untuk menyampaikan pendapat, memberikan respons, hingga mengkritisi pelayanan publik.

"Saya rasa masyarakat kita saat ini memang sudah terlatih menggunakan media digital. Mereka sangat cepat merespons berbagai peristiwa," kata Syahrial.

"Bahkan ketika pelayanan kita buruk, langsung ada rekamannya. Belum sempat ditanya atau dijawab pun, rekamannya sudah tersebar duluan," sambungnya.

Menurut Syahrial, perkembangan teknologi informasi turut mengubah pola hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Setiap persoalan pelayanan publik kini dapat dengan cepat diketahui banyak orang karena masyarakat memiliki akses untuk merekam dan menyebarkan kejadian melalui platform digital.

Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai ancaman bagi pemerintah.

Kritik dan keluhan yang muncul di ruang digital justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

"Tentu ini menjadi tantangan bagi siapa pun, terutama bagi di instansi pelayanan publik. Ketika tahu ada kekurangan, kita tentu terdorong untuk segera memperbaiki layanan," ujarnya.

Dengan demikian, pemerintah dituntut semakin responsif terhadap masukan masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan menyampaikan kritik secara proporsional dan berdasarkan informasi yang lengkap.

Syahrial juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang langsung memberikan penilaian terhadap suatu persoalan hanya berdasarkan informasi singkat atau potongan konten yang beredar di media sosial.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila informasi yang diterima belum diperiksa kebenarannya.

"Di sisi lain, kita berharap masyarakat tetap bisa berkomunikasi secara baik dan proporsional," tuturnya.

"Kadang-kadang ada kecenderungan untuk langsung menjudge sesuatu hanya berdasarkan informasi yang sangat minim tanpa melakukan cross check," tambahnya.

Ia menilai, proses pemeriksaan fakta menjadi semakin penting karena informasi yang beredar di ruang digital belum tentu menggambarkan kejadian secara utuh.

Potongan video, foto, maupun narasi yang dilepaskan dari konteks aslinya dapat memicu persepsi yang keliru.

Syahrial menjelaskan, rendahnya kebiasaan melakukan verifikasi informasi menjadi salah satu faktor yang membuat hoaks mudah menyebar.

Ketika masyarakat langsung mempercayai informasi tanpa melakukan pengecekan, dampaknya dapat meluas dan memunculkan respons negatif di tengah publik.

"Bahkan dari sumber berita hoaks kita tidak memilah mana yang benar dan salah, serta tidak bertabayun. Akhirnya, yang muncul hanya respons dan tanggapan negatif," jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis ketika menerima informasi, khususnya informasi yang memiliki potensi memancing emosi atau kontroversi.

Masyarakat, kata dia, perlu membiasakan diri mencari pembanding dari sumber yang kredibel sebelum mengambil kesimpulan.

Langkah sederhana seperti mengecek sumber berita, melihat konteks informasi, serta membandingkannya dengan keterangan dari pihak terkait dinilai penting untuk mencegah penyebaran kabar palsu.

Syahrial menegaskan, setiap pengguna media digital memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi yang beredar.

Sebelum menekan tombol bagikan, masyarakat sebaiknya memastikan informasi tersebut benar dan memiliki sumber yang dapat dipercaya.

"Karena itu, hal penting yang perlu kita pelajari bersama sebagai masyarakat adalah berusaha menggali informasi terlebih dahulu saat melihat sesuatu. Jangan sampai begitu menerima berita hoaks, kita justru menjadi penyebar utamanya," tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi.

Lebih dari itu, literasi digital juga berkaitan dengan kecakapan memilah informasi, memahami konteks, melakukan verifikasi, serta berkomunikasi secara etis.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat yang kritis dan pemerintah yang responsif menjadi dua elemen penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat.

Kritik terhadap pelayanan publik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol sosial, tetapi penyampaian informasi juga harus didasarkan pada fakta agar tidak berubah menjadi kesimpulan yang keliru.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi BMKG Riau ingatkan potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang hari ini (foto/int)Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau
Tersangka kurir narkoba jaringan Aceh saat diamankan di Bandara SSK II Pekanbaru.(foto: mcr)Sabu 2 Kg Gagal Terbang dari Bandara SSK II Pekanbaru, Polisi Telusuri Jejak Jaringan Narkoba Aceh dan Aliran Dana
Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Ma’azat (foto/int)Syahrul Aidi Sambut Putusan MK soal Kuota Internet: Hak Konsumen Harus Dilindungi
Sekdaprov Riau, Syarial Abdi.(foto: mcr)Sekda Riau: Kritik Pelayanan Boleh, Tapi Jangan Asal Menilai dari Informasi Minim
Bhabinkamtibmas Rantau Kopar pastikan produktivitas jagung warga terjaga.(foto: afrizal/halloriau.com)Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Rantau Kopar Cek Perkembangan Jagung Petani
  Ini aturan baru penggunaan gadget siswa di sekolah Kabupaten Siak.(ilustrasi/int)Pemkab Siak Batasi Penggunaan gadget di Sekolah, Ada 6 Kondisi Pengecualian
Konferwil III AMSI NTB resmi dibuka, ini tantangan media siber di era kecerdasan buatan.(foto: istimewa)BAMSI NTB Hadapi Era AI, Kolaborasi Media dan Pemerintah Didorong Makin Kuat
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto dan Chairman ILTHABI REKATMA Ilham Akbar Habibie bersama seluruh dewan juri  JNE Content Competition 2026  (foto/ist) Jurnalis Halloriau.com Riki Ariyanto Raih Juara 1 Writing Regional Sumatra JCC 2026
Toyota sediakan 28 parkir khusus kendaraan elektrifikasi.(foto: istimewa)Ekosistem EV Toyota Makin Luas, 113 Dealer Kini Dilengkapi Charging Spot
Capella Honda gelar Honda AT Family Day di Mal SKA.Capella Honda Gelar Honda AT Family Day di Mal SKA, Tawarkan Promo Pembelian Skutik
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved