www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
18 Posko Disiagakan, Riau Ubah Strategi Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Perjalanan Sukses Mitra DMPA PT Arara Abadi-APP Group
Alex Sapirman Kini Kelola 7 Kolam Nila-Gurami dan Baung Beromzet 10 Ton Hingga Kompos Ber-SNI di Siak
Jumat, 17 Juli 2026 - 17:51:36 WIB
Alex Sapirman, mitra DMPA PT Arara Abadi-APP Group yang sukses dengan budidaya ikan.(foto: barkah/halloriau.com)
Alex Sapirman, mitra DMPA PT Arara Abadi-APP Group yang sukses dengan budidaya ikan.(foto: barkah/halloriau.com)

SIAK - Lahan yang dahulu hanya dimanfaatkan untuk berkebun jagung kini berubah menjadi kawasan budidaya perikanan yang produktif.

Di Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Alex Sapirman membuktikan, pengelolaan lahan tanpa membakar mampu menghadirkan sumber ekonomi baru sekaligus mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pria berusia 57 tahun itu saat ini mengelola tujuh kolam ikan yang mulai dibangun sejak 2019.

Selain membudidayakan ikan, ia juga mengembangkan usaha peternakan sapi serta memproduksi pupuk kompos yang kini telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Perjalanan usaha Alex tidak lepas dari pendampingan Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang dijalankan PT Arara Abadi-APP Group.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan sejak 2006 untuk memperkuat pencegahan karhutla melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan tanaman industri (HTI).

Berbeda dengan pendekatan yang hanya berfokus pada penanganan kebakaran, DMPA mengedepankan langkah preventif dengan mendorong masyarakat mengelola lahan secara produktif tanpa praktik pembakaran.

Dari Sawit Beralih ke Peternakan dan Produksi Kompos

Sebelum mengembangkan usaha perikanan, Alex lebih dahulu meninggalkan profesinya sebagai petani sawit dan mencoba peruntungan di bidang peternakan kambing serta sapi.

Seiring berkembangnya usaha peternakan, limbah kotoran sapi kemudian diolah menjadi pupuk kompos.

Pada masa awal produksi, pemasaran berjalan lambat karena masyarakat masih meragukan kualitas produk yang dihasilkan.

Namun kondisi tersebut berubah setelah Kelompok Tani Mutiara Indah memperoleh pendampingan dan pelatihan dari PT Arara Abadi bersama Bank Indonesia serta Kementerian Pertanian.

"Bahkan sekarang kompos yang kita produksi sudah memiliki SNI," ujar Alex berbincang dengan halloriau.com, Rabu (15/7/2026).

Dengan adanya sertifikasi tersebut, kompos hasil produksinya kini telah dipasarkan ke berbagai kabupaten di Provinsi Riau.

Tujuh Kolam Ikan Berawal dari Lahan Jagung

Kesempatan baru muncul pada 2019, ketika Alex memutuskan mengubah lahan jagung miliknya menjadi kolam budidaya ikan.

Menurutnya, hasil pertanian jagung saat itu belum mampu memberikan keuntungan optimal sehingga ia memilih mengembangkan sektor perikanan.

"Awalnya lahan ini saya manfaatkan untuk berkebun jagung, tapi hasilnya kurang maksimal. Lantas saya coba bangun kolam dan beternak ikan. Ternyata hasilnya cukup memuaskan sehingga berlanjut hingga sekarang," kata Alex.

Kini, tujuh kolam yang dikelolanya menghasilkan berbagai jenis ikan, terutama nila dan gurami.

Bahkan, hasil panen pernah mencapai sekitar 10 ton dalam satu periode panen.

Sebagian hasil produksi dipasarkan ke pasar tradisional, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai kolam pemancingan yang terbuka bagi masyarakat sekitar.

Kembangkan Budidaya Ikan Baung Bersama BRIN

Keberhasilan tersebut mendorong PT Arara Abadi kembali menggandeng Alex dalam pengembangan budidaya ikan baung melalui kolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui program tersebut, Alex memperoleh bantuan sekitar 2.000 benih ikan baung, dukungan pakan, serta pendampingan teknis agar produktivitas budidaya terus meningkat.

"Alhamdulillah, hasilnya sejauh ini sangat baik. Di usia tiga bulan, ukurannya sudah mencapai 10 ekor satu kilogram. Kita targetkan saat panen nanti bisa mencapai 5 ekor satu kilogram," jelasnya.

Budidaya ikan baung diharapkan menjadi salah satu alternatif usaha baru yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Menjadi Mitra Pencegahan Karhutla

Bagi Alex, manfaat program DMPA tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Sebagai mitra perusahaan, ia bersama warga secara rutin memantau kondisi lahan di sekitar kawasan HTI PT Arara Abadi.

Apabila menemukan titik api atau kebakaran skala kecil, mereka segera melaporkan kepada perusahaan dan membantu proses pemadaman awal.

"Dengan keberadaan kita di sini, secara rutin kita memberikan informasi kepada pihak perusahaan. Jika ditemukan ada lahan yang terbakar kita langsung laporkan. Kalau kebakarannya kecil langsung kita bantu padamkan," ungkap Alex.

Dorong Sentra Bibit Ikan Baung Baru di Riau

Social Corporate Engagement (SCE) Head PT Arara Abadi, Deny Widjaya mengatakan, budidaya ikan baung di lokasi milik Alex merupakan bagian dari pengembangan program kolaboratif bersama BRIN.

Menurutnya, program tersebut merupakan lanjutan dari pengembangan budidaya ikan baung yang sebelumnya telah berjalan di wilayah Lipat Kain.

"Harapan kami sebagai pihak penyelenggara program ini adalah lahirnya daerah-daerah baru sebagai penyedia bibit ikan baung berkualitas," ujar Deny.

"Tidak hanya di daerah Lipat Kain saja dan dapat meningkatkan kembali perekonomian serta khazanah ilmu dari peternak tersebut," sambungnya.

Melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan, PT Arara Abadi berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh sumber penghasilan berkelanjutan sekaligus berperan aktif menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Gubernur Riau tekankan aksi dini penanganan Karhutla di Riau.(foto: mcr)18 Posko Disiagakan, Riau Ubah Strategi Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Apel kesiapsiagaan hadapi karhutla di halaman Mapolda Riau.(foto: risnaldi/halloriau.com)Agustus-September Jadi Periode Kritis El Nino, Riau Waspadai Karhutla hingga 2027
Kabid Perumahan Disperkim Rohil, Kudri.(foto: afrizal/halloriau.com)Pemkab Rohil Bedah 203 Rumah Warga Kurang Mampu, 67 Unit Sudah Mulai Digarap
Seberan level confidence puluhan titik panas di Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Riau Menyala, Siak hingga Inhu Terpantau Titik Panas Level Confidence Tinggi 80-100 Persen
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Riau Dikepung 43 Hotspot, Siak dan Inhu Menyala dengan 16 Titik Panas
  Masjid Raya Annur Riau.(foto: int)SF Hariyanto: Masjid Raya An-Nur Riau Harus Steril dari Kepentingan Politik
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)Karhutla Riau Tembus 15 Ribu Hektare, Mayoritas Terjadi di Kawasan Nonhutan
RAPP siagakan fire fighter dan peralatan operasional hadapi karhutla.(foto: risnaldi/halloriau.com)RAPP Siagakan 177 Pompa dan 1.209 Selang untuk Hadapi Karhutla Riau 2026
Ameera Hotel Wedding Showcase 2026.Ameera Hotel Pekanbaru Gelar Wedding Showcase 2026, Hadirkan Lebih dari 35 Vendor Wedding Terpercaya di Pekanbaru
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai meraih dua penghargaan di ajang ISRA 2026 (foto/ist)Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Dua Penghargaan di Ajang ISRA 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved