PEKANBARU – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri) sukses menyelenggarakan perhelatan akbar Summit Event Legislative 2026 pada Sabtu (23/05/2026).
Bertempat di Auditorium Farid Kasmy FMIPA UNRI, agenda strategis ini mengusung tema kolaboratif yang sangat krusial bagi perekonomian daerah, yakni “Aspirasi Legislatif untuk UMKM Riau yang Inovatif dan Berkelanjutan.”
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini dirancang sebagai ruang diskusi interaktif, pertukaran gagasan, serta wadah pencerdasan bagi mahasiswa dan masyarakat dalam menyoroti peran penting regulasi serta kebijakan publik terhadap eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah Provinsi Riau.
Semaraknya, acara sudah terasa sejak pagi hari, di mana pergelaran ini dibuka secara estetis oleh penampilan memukau dari Sanggar Tari DPM FMIPA UNRI yang digawangi oleh Mifrea Z., Rivina P., Elsya A.P., Wiyalda M., dan Fitri Lasmida. Harmoni gerak tari sekapur sirih tersebut berhasil memikat perhatian seluruh hadirin, sebelum Master of Ceremony (MC), Wulan Cahyana dan Atyhn Lucas Z., memandu jalannya protokol formal acara.
Suasana religius dan nasionalisme kemudian mengalun syahdu melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Iffah Lista, disusul dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Mahasiswa yang dipimpin secara khidmat oleh Dirigen Rima Nurfitriana. Rangkaian seremonial pembukaan ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Aditya T.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Summit Event Legislative 2026, M. Rasyid Dimarja, menyampaikan laporan kepanitiaan sekaligus apresiasi mendalam atas kerja keras seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara ini dengan matang. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata kontribusi aktif mahasiswa dalam memikirkan ketahanan ekonomi daerah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPM FMIPA UNRI, M. Dzaki Faiq Abiyyi, menegaskan dalam pidatonya bahwa mahasiswa melalui fungsi legislatifnya harus mampu menjadi jembatan aspirasi yang konstruktif. Menurut Dzaki, sektor ekonomi rakyat seperti UMKM tidak bisa berjuang sendirian di tengah hantaman era digital dan globalisasi tanpa adanya sokongan kebijakan legislatif yang inklusif.

"UMKM merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah, namun perkembangannya membutuhkan sinergi mutlak. Melalui forum ini, DPM FMIPA UNRI berkomitmen penuh untuk mengawal aspirasi, memperkuat kolaborasi, dan mendorong lahirnya regulasi yang berpihak pada keberlanjutan usaha lokal," tegas M. Dzaki Faiq Abiyyi.
Apresiasi tertinggi juga datang dari pihak birokrasi kampus. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pokja FMIPA UNRI, Firdaus yang dalam arahannya sangat menyambut baik inisiatif strategis DPM FMIPA UNRI dalam mengangkat isu-isu riil yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Memasuki agenda inti, sesi seminar dan diskusi panel dipandu oleh Aurellia Anastasya selaku moderator. Guna membedah tema secara komprehensif, panitia menghadirkan tiga narasumber yang merepresentasikan tiga pilar utama: pengusaha muda, praktisi bisnis nasional serta internasional, dan aktor legislator.
Narasumber pertama, Muhammad Sambu Harman, S.AP., yang hadir mewakili BPC HIPMI Pekanbaru, memaparkan materi luar biasa dari perspektif pengusaha muda yang inovatif. Beliau menekankan pentingnya kreativitas generasi muda dalam melakukan branding dan adaptasi teknologi agar produk lokal mampu bersaing.
Disambung oleh narasumber kedua, Ary Nugraha, S.IP., selaku Ketua Umum Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Riau, yang memberikan pandangan mendalam mengenai peta taktis praktisi bisnis skala nasional hingga internasional. Founder Keroncongantar.com ini menggaris bawahi pentingnya digitalisasi, manajemen rantai pasok, serta standardisasi mutu produk UMKM.

Sementara itu, Dodi Irawan, S.HI., M.H, anggota DPRD Provinsi Riau, hadir sebagai representasi aktor legislator Riau. Sekretaris DPW Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Riau ini mengupas tuntas peran legislatif dalam merumuskan kebijakan publik, penganggaran, hingga pengawasan terhadap program-program pemerintah yang berorientasi pada perlindungan dan pemberdayaan UMKM daerah.
Diskusi berjalan interaktif saat membahas tantangan nyata UMKM di era digital serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, akademisi, masyarakat, dan generasi muda demi memperkuat fondasi ekonomi berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.
Sebagai bentuk penghargaan atas antusiasme peserta, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para peserta aktif yang diserahkan langsung oleh Ketua Pelaksana, M. Rasyid Dimarja, didampingi oleh Koordinator Acara, Aura Revalina.
Momentum puncaknya ditandai dengan penyerahan plakat penghargaan kepada ketiga narasumber oleh Ketua Umum DPM FMIPA UNRI, M. Dzaki Faiq Abiyyi, sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih atas ilmu yang dibagikan.
Seluruh rangkaian acara Summit Event Legislative 2026 ini resmi ditutup dengan sesi foto bersama yang mengabadikan kebersamaan seluruh elemen. Keberhasilan pelaksanaan acara ini menjadi cerminan nyata dari tingginya dedikasi, soliditas, dan profesionalisme seluruh jajaran fungsionaris DPM FMIPA UNRI dalam menyukseskan program kerja yang berdampak luas. (Rls)