www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Warga Jalan Pesisir Rumbai Pekanbaru Sukarela Bongkar Bangunan Liar Demi Proyek Ini
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kinerja BUMD Jadi Sorotan, DPRD Riau Ingatkan Jabatan Direksi Bukan Ajang Prestise
Rabu, 17 Juni 2026 - 19:42:46 WIB
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri.(foto: int)
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri.(foto: int)

PEKANBARU – Komisi III DPRD Riau menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Riau.

Langkah evaluasi bahkan disebut bisa dilakukan sebelum masa jabatan direksi berakhir apabila kinerja perusahaan daerah dinilai tidak mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sorotan terhadap kinerja BUMD muncul setelah Komisi III menemukan sejumlah persoalan yang dinilai masih membelit perusahaan-perusahaan daerah tersebut.

Mulai dari minimnya keuntungan, tingginya beban utang, hingga kondisi perusahaan yang terancam bangkrut.

Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri menegaskan, keberadaan BUMD harus memberikan manfaat langsung bagi daerah dan masyarakat.

Menurutnya, posisi direksi bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui capaian kinerja.

"BUMD adalah salah satu tulang punggung APBD untuk mendongkrak PAD. Ini bukan jabatan untuk pamer, karena ini tuntutan rakyat. Kalau nanti kinerjanya tidak baik, Komisi III bisa menuntut dan mengevaluasi mereka di tengah jalan," tegas Edi Basri.

Berdasarkan hasil pemantauan Komisi III DPRD Riau, kondisi mayoritas BUMD masih jauh dari harapan.

Dari enam BUMD yang saat ini beroperasi di Riau, hanya dua perusahaan yang dinilai berada dalam kondisi sehat.

Sementara empat BUMD lainnya masih menghadapi berbagai persoalan serius yang berdampak pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan maupun menyumbang PAD bagi daerah.

Edi mengungkapkan, beberapa BUMD yang telah berdiri selama puluhan tahun bahkan belum mampu mengembalikan modal yang telah disertakan pemerintah daerah. Kondisi tersebut menjadi catatan penting yang akan menjadi bahan evaluasi DPRD.

Salah satu contoh yang disorot adalah PT Sarana Pembangunan Riau (SPR). Dari tiga anak perusahaan yang dimiliki, hanya satu unit usaha yang masih aktif beroperasi.

Sementara itu, PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) dan PT Jamkrida Riau disebut belum mampu menyetorkan dividen kepada pemerintah daerah karena masih mengalami kondisi defisit.

Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Riau berencana kembali memanggil jajaran direksi BUMD yang baru terpilih.

Pemanggilan tersebut bertujuan untuk memastikan program kerja yang disampaikan saat proses seleksi benar-benar dapat direalisasikan.

DPRD juga akan menjadikan tahun pertama masa kepemimpinan direksi sebagai periode krusial untuk mengukur keseriusan mereka dalam memperbaiki kondisi perusahaan, termasuk menyelesaikan persoalan internal yang selama ini menjadi penghambat.

"Besok kita tanyakan lagi. Kita kasih waktu beberapa waktu ke depan untuk menyelesaikan persoalan internal, agar jangan nanti berkotak-kotak di dalam. Ini adalah amanah rakyat, dan kami akan terus mengawalnya," ujar Edi.

Menurut Komisi III, pembenahan tata kelola, penguatan bisnis inti perusahaan, serta peningkatan profesionalisme manajemen menjadi faktor utama yang harus segera diwujudkan agar BUMD mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Evaluasi berkala yang akan dilakukan DPRD diharapkan dapat memastikan seluruh BUMD bekerja lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan PAD yang pada akhirnya berdampak pada pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Riau.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Bangunan liar di Pekanbaru dibongkar sendiri oleh pemiliknya.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Warga Jalan Pesisir Rumbai Pekanbaru Sukarela Bongkar Bangunan Liar Demi Proyek Ini
DPRD Riau sentil Pemprov soal aset daerah yang tak bertuan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)"Harta Karun" Riau yang Mangkrak: DPRD Ungkap Biang Kerok Defisit APBD 2026
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.(foto: barkah/halloriau.com)Bukan Cuma Sawit, Ini Sektor Krusial yang Bikin Ekonomi Riau Kuat
BPS Riau sebut NTP pada agustus 2026 naik.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Harga Kebutuhan Naik, Kantong Petani Riau Tetap Tebal di Agustus 2026! Ini Buktinya
Kepala KPw BI Riau, Panji Achmad.(foto: barkah/halloriau.com)Tinggalkan Ekspor Mentah, Ini 'Senjata Rahasia' Riau Bikin Ekonomi Meroket di 2026
  TPP ASN di bakal dipotong.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Siap-siap Potong Tunjangan! DPRD Riau Beri Ultimatum Pejabat yang Malas Gali Potensi Pajak
Veda Ega.(foto: int)Petaka Lintasan Licin Aragon: Veda Ega Pratama Petik Pelajaran Berharga Menuju Misano
Lanal Dumai bongkar jalur ilegal Malaysia-Dumai, belasan penumpang gelap ditangkap.(foto: bambang/halloriau.com)Lanal Dumai Sergap 16 WNA & PMI Ilegal dari Malaysia
Seorang nelayan di Inhil bertahan di atas pohon menghindari buaya.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Selamat dari Terkaman Buaya di Inhil, Arbain Bertahan 6 Jam di Atas Pohon
PT Inti Indosawit Subur membagikan 2.900 masker gratis kepada warga Pangkalan Kerinci, Pelalawan, di tengah menurunnya kualitas udara akibat kabut asap.Peduli Kesehatan Masyarakat, PT Inti Indosawit Bagikan Ribuan Masker di Pangkalan Kerinci
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved