www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Bupati Zukri Terima Kunker Pemkab Nias Selatan, Paparkan Strategi Optimalisasi PAD
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Mahasiswa KKN Unri Gelar Workshop Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi di Lembah Damai
Selasa, 12 Agustus 2025 - 22:39:59 WIB
Mahasiswa KKN Unri gelar workshop ubah minyak jelantah jadi lilin aromaterapi di Lembah Damai (foto/ist)
Mahasiswa KKN Unri gelar workshop ubah minyak jelantah jadi lilin aromaterapi di Lembah Damai (foto/ist)

LEMBAH DAMAI– Inovasi ramah lingkungan datang dari tangan-tangan kreatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Riau. Bertempat di Aula Kantor Lurah Lembah Damai, Kelompok 17 KKN dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau menggelar Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah dan Pupuk Organik Cair (POC).

Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, Syofiatul Safitri, S.AB, M.AB, kegiatan yang digelar pada Sabtu (12/7) ini disambut antusias oleh warga, khususnya para ibu dari kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Lembah Damai.

Ketua Kelompok KKN, M. Weldi Mushawwir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara kreatif.

"Kami berharap kegiatan ini bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah rumah tangga seperti minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan," ujarnya.

Workshop ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan. Produk lilin aromaterapi yang dihasilkan dari minyak jelantah dinilai memiliki potensi ekonomi karena bisa dipasarkan ke berbagai segmen masyarakat.

Anggota kelompok KKN, Dinda Restu Indri Yanti, menjadi demonstrator utama dalam sesi praktik pembuatan lilin aromaterapi. Ia menjelaskan langkah-langkah pemanfaatan minyak jelantah, dimulai dari proses pemurnian menggunakan arang aktif.

Kemudian pemanasan dan pencampuran dengan salicylic acid. Dilanjutkan proses pencetakan, hingga penambahan cairan aromaterapi yang memberikan nilai tambah pada produk.

Tak hanya lilin aromaterapi, Dinda juga memperagakan cara membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari bahan sederhana: air cucian beras dan gula merah. Larutan ini kemudian disimpan dalam botol plastik dan diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Warga juga diberi pemahaman pentingnya pemantauan rutin terhadap fermentasi pupuk tersebut agar hasilnya maksimal.

Workshop ini bukan sekadar demo satu arah. Warga Lembah Damai terlibat langsung dalam praktik pembuatan dan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak peserta menyatakan ketertarikannya untuk mencoba kembali di rumah bahkan menjadikannya sebagai peluang usaha.

Kelompok KKN berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dalam mendorong masyarakat mengembangkan produk UMKM yang ramah lingkungan, sekaligus mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan.

"Semoga dari kegiatan ini, akan muncul ide-ide baru dan berkelanjutan dalam pengolahan limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi," tutup Weldi.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para mahasiswa KKN Unri membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana – seperti mengubah minyak bekas menjadi lilin cantik yang bermanfaat dan beraroma menenangkan. (rilis)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Bupati Pelalawan, Zukri menerima kunjungan kerja Pemkab Nias Selatan (foto/Andy)Bupati Zukri Terima Kunker Pemkab Nias Selatan, Paparkan Strategi Optimalisasi PAD
Polytron.3 Rekomendasi AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Ruangan Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Korban yang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kampar ditemukan meninggal (foto/int)Korban Jatuh di Sungai Kampar Ditemukan Sejauh 5,4 Km dari Lokasi Awal
Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Provinsi Riau (AMPHR) mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Rabu (15/7/2026).AMPHR Desak Kemenag Riau Evaluasi Total MAN 1 Pekanbaru, Minta Kepala Sekolah Dicopot Jika Dugaan Pungutan Terbukti
Ilustrasi Riau masih rawan Karhutla (foto/ist)Riau Terdeteksi 28 Hotspot, Bengkalis Terbanyak
  UIN Suska Riau harumkan nama Riau, borong prestasi di ajang esai nasional (foto/ist)Mahasiswa UIN Suska Riau Sabet Juara Umum Lomba Esai Nasional Lewat Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Pemprov Riau-Komnas HAM membahas sengketa lahan Rohul dan Kampar (foto/int)Pemprov Riau-Komnas HAM Fokus Penanganan Sengketa Lahan di Rohul dan Kampar
Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar (foto/int)Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Pemko Pekanbaru Mantapkan Langkah Jadi Green City
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru bertahan tinggi (foto/int)Cek Harga Emas Antam Hari Ini di Pekanbaru
Ilustrasi waspada hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Riau (foto/int)Sebagian Besar Riau Berpotensi Diguyur Hujan, Ini Peringatan BMKG
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved