LEMBAH DAMAI– Inovasi ramah lingkungan datang dari tangan-tangan kreatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Riau. Bertempat di Aula Kantor Lurah Lembah Damai, Kelompok 17 KKN dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau menggelar Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah dan Pupuk Organik Cair (POC).
Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, Syofiatul Safitri, S.AB, M.AB, kegiatan yang digelar pada Sabtu (12/7) ini disambut antusias oleh warga, khususnya para ibu dari kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Lembah Damai.
Ketua Kelompok KKN, M. Weldi Mushawwir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara kreatif.
"Kami berharap kegiatan ini bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah rumah tangga seperti minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan," ujarnya.
Workshop ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan. Produk lilin aromaterapi yang dihasilkan dari minyak jelantah dinilai memiliki potensi ekonomi karena bisa dipasarkan ke berbagai segmen masyarakat.
Anggota kelompok KKN, Dinda Restu Indri Yanti, menjadi demonstrator utama dalam sesi praktik pembuatan lilin aromaterapi. Ia menjelaskan langkah-langkah pemanfaatan minyak jelantah, dimulai dari proses pemurnian menggunakan arang aktif.
Kemudian pemanasan dan pencampuran dengan salicylic acid. Dilanjutkan proses pencetakan, hingga penambahan cairan aromaterapi yang memberikan nilai tambah pada produk.
Tak hanya lilin aromaterapi, Dinda juga memperagakan cara membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari bahan sederhana: air cucian beras dan gula merah. Larutan ini kemudian disimpan dalam botol plastik dan diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Warga juga diberi pemahaman pentingnya pemantauan rutin terhadap fermentasi pupuk tersebut agar hasilnya maksimal.
Workshop ini bukan sekadar demo satu arah. Warga Lembah Damai terlibat langsung dalam praktik pembuatan dan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak peserta menyatakan ketertarikannya untuk mencoba kembali di rumah bahkan menjadikannya sebagai peluang usaha.
Kelompok KKN berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dalam mendorong masyarakat mengembangkan produk UMKM yang ramah lingkungan, sekaligus mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan.
"Semoga dari kegiatan ini, akan muncul ide-ide baru dan berkelanjutan dalam pengolahan limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi," tutup Weldi.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para mahasiswa KKN Unri membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana – seperti mengubah minyak bekas menjadi lilin cantik yang bermanfaat dan beraroma menenangkan. (rilis)