PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau mencatat adanya penambahan luas lahan terbakar mencapai 87,9 hektare berdasarkan laporan harian terbaru.
Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal mengatakan, penambahan luasan lahan terbakar terbesar terjadi di Kabupaten Pelalawan. Dalam laporan terbaru, luas lahan yang terbakar di daerah tersebut bertambah 64,4 hektare.
Dengan tambahan tersebut, total luas lahan terbakar di Kabupaten Pelalawan sepanjang 2026 kini mencapai 6.705,39 hektare.
" Laporan harian ini terus berubah sesuai situasi lapangan setiap harinya. Dari data kita terima kemarin penambahan lahan terbakar sebanyak 87,9 hektar," kata Edy, Jumat (4/9/26).
Selain Pelalawan, penambahan luas karhutla juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tercatat mengalami penambahan 10,5 hektare, sehingga total luas lahan terbakar mencapai 1.044,52 hektare.
Kemudian Indragiri Hulu (Inhu) bertambah 10,5 hektare dengan total luas lahan terbakar mencapai 615,52 hektare. Sementara Rokan Hulu (Rohul) mengalami tambahan 0,5 hektare, sehingga total luas lahan terbakar menjadi 34,46 hektare.
Penambahan juga tercatat di Kepulauan Meranti sebesar 1 hektare, dengan total luas lahan terbakar mencapai 218,45 hektare. Sedangkan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) bertambah 1 hektare, sehingga totalnya mencapai 70,87 hektare.
Untuk sejumlah wilayah lainnya, yakni Siak, Bengkalis, Rokan Hilir (Rohil), Dumai, Pekanbaru dan Kampar, BPBD Riau melaporkan belum terdapat penambahan luas lahan terbakar dalam laporan harian tersebut.
Jika dihitung sejak 1 Januari 2026 hingga saat ini, Kabupaten Bengkalis masih menjadi daerah dengan total luasan karhutla terbesar di Riau. Luas lahan terbakar di Bengkalis mencapai 8.454,40 hektare.
Posisi berikutnya ditempati Pelalawan dengan 6.705,39 hektare, disusul Inhil 1.044,52 hektare, Inhu 615,52 hektare dan Dumai 556,01 hektare.
Selanjutnya, luas lahan terbakar di Rohil mencapai 452,53 hektare, Siak 373,06 hektare, Meranti 218,45 hektare, Kampar 141,66 hektare, Pekanbaru 103,33 hektare, Kuansing 70,87 hektare dan Rohul 34,46 hektare.
Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Provinsi Riau sejak awal Januari 2026 hingga saat ini telah mencapai 18.770 hektare.
"Ini data keseluruhan terhitung awal Januari 2026," papar Edy dikutip dari MCRiau.
Edy menegaskan, perkembangan karhutla di setiap daerah terus menjadi perhatian pemerintah. Penanganan dilakukan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan dengan melibatkan berbagai unsur gabungan.
Tim yang diterjunkan terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota hingga Manggala Agni. Penanganan dilakukan melalui operasi darat maupun udara sesuai kondisi karhutla di masing-masing wilayah.
“Kami terus memantau perkembangan karhutla di setiap daerah dan penanganan dilakukan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan,” ujar Edy.