PANGKALAN KERINCI – Aksi nekat mencincang satu unit truk tronton menjadi potongan besi kiloan berakhir di tangan polisi. Delapan orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berhasil dibekuk personel Polsek Pangkalan Kerinci.
Kedelapan pelaku masing-masing berinisial IK (19) yang berperan sebagai sopir, AS (31), JS (39), SH (40), AH (38), AHT (41), JET (19) yang merupakan anak pemilik gudang kara-kara, serta SLG (37) selaku pemilik bengkel.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK dikonfirmasi melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Sehilton SIK MH mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari laporan penggelapan satu unit truk tronton merek Nissan dengan nomor polisi B 9296 WX pada akhir Agustus 2026 lalu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kompol Sehilton memerintahkan Kanit Reskrim AKP Muslim SH bersama tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap keberadaan pelaku dan kendaraan yang dibawa kabur.
Hasil penyelidikan mulai menemukan titik terang pada Selasa malam (15/9/2026). Polisi mendapat informasi bahwa salah satu pelaku yang merupakan sopir truk tronton berada di Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
Tak ingin buruannya kembali melarikan diri, pada Rabu (16/9/2026) tim Opsnal langsung bergerak menuju Desa Mahato Sakti. Setelah berkoordinasi dengan Polsek Tambusai Utara, polisi melakukan penyergapan terhadap pelaku.
IK akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan. Saat menjalani interogasi, IK mengaku truk tronton milik majikannya yang dibawa kabur tersebut telah dicincang di sebuah gudang milik AHT alias Tarihoran di Jalan Lingkar, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Dari keterangan IK, polisi kemudian mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat. Pengembangan dilakukan hingga akhirnya polisi menangkap AS di sebuah kos di Jalan Beringin.
AS diketahui berperan membujuk IK untuk mencincang truk tronton milik majikannya tersebut.
Setelah AS diamankan, pada Kamis dini hari (17/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, polisi kembali melakukan pengembangan. Kepada penyidik, AS mengaku aksinya tersebut dilakukan setelah mendapat perintah dari Tarihoran, pemilik gudang kara-kara di Jalan Lingkar.
Tim Opsnal Polsek Pangkalan Kerinci kemudian bergerak menuju gudang milik Tarihoran. Di lokasi, polisi berhasil mengamankan tiga orang lainnya yang diduga ikut mencincang truk tronton tersebut.
Namun, Tarihoran bersama anaknya, JET, telah lebih dahulu melarikan diri sebelum polisi tiba di lokasi.
Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Sehilton bersama anggotanya kemudian melakukan pengejaran. Upaya tersebut membuahkan hasil.
Tarihoran dan JET akhirnya berhasil ditangkap di Jalan Raya Tandun, Kabupaten Rohul, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Keduanya ditangkap saat diduga hendak melarikan diri menuju Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut).
Dari hasil penyelidikan, bapak dan anak tersebut diduga ikut menampung truk tronton yang kemudian dicincang bersama anak buahnya di gudang kara-kara milik mereka.
Sebagian komponen kendaraan yang telah dipreteli kemudian dijual, di antaranya ban dan baterai. Barang-barang tersebut dijual ke bengkel milik SLG di Jalan Lintas Timur, Pangkalan Kerinci.
Polisi selanjutnya turut mengamankan SLG dan membawanya ke Mapolsek Pangkalan Kerinci untuk menjalani pemeriksaan.
"Delapan pelaku berhasil kita tangkap dan kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dengan menyita barang bukti yang digunakan beraksi berupa tabung oksigen, satu set selang katibgtos, tabung gas, mesin gerinda, kunci, obeng dan mobil Inova Rebon warna hitam nopol B 2486 SIL," ungkap Kapolsek Pangkalan Kerinci, Sabtu (19/9/2026).
Kompol Sehilton menambahkan, penyidik masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi pencincangan kendaraan tersebut.
"Kasusnya terus kita dalami dan kembangkan. Karena info yang kami dapat jaringan dari tersangka Tarihoran (pemilik gudang kara-kara) ini beraksi bukan cuma di daerah Riau saja, tapi sampai ke daerah Sumut," pungkas Kompol Sehilton.