PELALAWAN - Menepis anggapan bahwa mahasiswa hanya pandai berdebat dan berteori di ruang kelas, Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA Persis) Kabupaten Pelalawan mengambil langkah konkret yang berdampak langsung bagi warga.
Melalui program Safari Masjid, gerakan mahasiswa ini tidak lagi sebatas retorika intelektual, melainkan turun tangan menyalurkan bantuan sosial, mendanai pembangunan rumah ibadah, hingga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat peradaban di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Pelalawan.
Gerakan kepedulian ini dibuktikan dengan disalurkannya paket sembako kepada 15 lansia berstatus mustahik, hasil kolaborasi erat bersama BAZNAS Kabupaten Pelalawan.
Tak hanya itu, para mahasiswa juga menyerahkan dana hibah sebesar Rp2 juta untuk mendukung progres pembangunan Masjid At-Taqwa.
Langkah ini menjadi representasi kuat bahwa mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam merespons kebutuhan sosial masyarakat.
"Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir dengan gagasan dan kemampuan intelektual, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat secara nyata," ucap Ketua Umum PD HIMA Persis Pelalawan, Agung Prayoga, Minggu (30/8/2026).
"Bagi kami, pengabdian bukan sekadar kegiatan, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan amal jariyah," tegasnya.
Program Safari Masjid ini dirancang bukan sekadar acara seremonial. Sejak sore hari, kolaborasi nyata terlihat saat mahasiswa bersama warga, Karang Taruna Kelurahan Pelalawan, dan Mahasiswa KKN UIN Suska Riau 2026 bergotong royong membersihkan area masjid.
Suasana kebersamaan semakin religius ketika dilanjutkan dengan Maghrib Mengaji, tahsin Al-Qur'an, dan puncaknya adalah tausiyah kebangsaan oleh Dr Yumesri usai salat Isya berjamaah.
Dalam pesannya, Dr Yumesri menguatkan visi yang sama: masjid harus kembali menjadi episentrum pembinaan umat, baik dari segi spiritual maupun sosial-ekonomi.
Menurut Agung, posisi strategis mahasiswa harus digunakan untuk menyerap aspirasi dan menerjemahkan nilai keislaman menjadi aksi.
"Kami ingin kader HIMA Persis tidak hanya pandai berbicara tentang perubahan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari perubahan itu sendiri," tambahnya.
Sebagai bentuk penghormatan atas suksesnya sinergi ini, PD HIMA Persis Pelalawan memberikan sertifikat apresiasi kepada Pengurus Masjid, tim KKN, dan Karang Taruna setempat.
Di akhir keterangannya, Agung memberikan pesan kuat mengenai masa depan gerakan sosial mahasiswa berbasis masjid.
"Harapan kami sederhana, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kepedulian, persaudaraan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dan mahasiswa harus mengambil bagian dalam proses itu," pungkas Agung.