PEKANBARU – Walikota Pekanbaru Agung Nugroho resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Zulhelmi Arifin. sebagai Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru dalam prosesi yang berlangsung di Aula Lantai VI Gedung Utama Kompleks Perkantoran Terpadu Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Senin (3/8/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Walikota juga melantik enam pejabat administrator dan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan kinerja birokrasi.
Selain Zulhelmi Arifin, pejabat yang dilantik yakni Zaki Helmi sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Tri Sepna Saputra sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Indra Maulana Masadi sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Rezatul Helmi sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Juli Victorino sebagai Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Arie Susma Indah sebagai Kepala Bidang Promosi pada Dinas Koperasi dan UKM.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.
"Kita pesannya harus amanah, ambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat, jaga pemerintah kota, jangan korupsi," tegas Agung.
Secara khusus, Agung menitipkan sejumlah agenda strategis kepada Zulhelmi Arifin sebagai Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru. Menurutnya, Sekdako memiliki peran penting dalam mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah agar berbagai persoalan di Kota Pekanbaru dapat diselesaikan secara efektif.
Beberapa program prioritas yang harus segera ditangani antara lain penyelesaian persoalan Sukaramai Trade Center (STC), penataan pasar-pasar, percepatan perbaikan jalan berlubang, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, serta berbagai program pembangunan lainnya.
"PR-nya, pertama menyelesaikan persoalan STC, pasar-pasar, jalan berlubang, pendidikan, kesehatan, dan PR lainnya yang harus kita selesaikan secara bersama-sama," ujar Agung.
Ia berharap kehadiran Sekretaris Daerah definitif dapat memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah sehingga pelaksanaan program pembangunan berjalan lebih optimal dan pelayanan publik kepada masyarakat semakin meningkat.
Pelantikan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.(*)