PEKANBARU - Proyek pembukaan simpang sebidang di pertemuan Jalan Arifin Ahmad dan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, masih belum menunjukkan kemajuan signifikan hingga memasuki pekan kedua Januari 2026.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkait potensi kecelakaan lalu lintas di salah satu jalur tersibuk di ibukota Provinsi Riau.
Pantauan halloriau.com di lapangan, Kamis (8/1/2026), menunjukkan belum adanya aktivitas alat berat secara intensif.
Area proyek masih didominasi tanah terbuka tanpa pengamanan memadai, sementara arus kendaraan tetap padat dari pagi hingga sore hari.
Situasi ini diperparah perilaku sebagian pengendara yang nekat melintasi area proyek, melawan arah, memutar balik sembarangan demi menghindari kemacetan.
Ketiadaan pembatas permanen dan pengaturan lalu lintas membuat kawasan proyek seolah menjadi 'jalur bebas'.
Kadishub Kota Pekanbaru, Sunarko membenarkan, pekerjaan fisik di lapangan belum berjalan optimal.
Ia menyebut faktor cuaca sebagai salah satu penyebab keterlambatan, sembari menunggu koordinasi lanjutan dengan Dinas PUPR.
“Pekerjaan pembukaan simpang sebidang ini kemungkinan besar terkendala kondisi cuaca yang tidak menentu. Saat ini kami masih menunggu kepastian dari Dinas PUPR terkait kelanjutan tahapan konstruksi,” kata Sunarko.
Sesuai perencanaan awal, proyek simpang sebidang ini seharusnya memasuki tahap teknis penting, mulai dari pemadatan tanah, pemasangan lapisan dasar jalan, hingga pengaspalan hotmix.
Jika tidak ada kendala lanjutan, pengaspalan ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.
Namun hingga kini, belum terlihat tanda-tanda percepatan pekerjaan di lapangan.