PEKANBARU – Sebanyak 1.131 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera pada Senin (19/10/2026) sore.
Provinsi Sumatera Selatan mencatat jumlah terbanyak dengan 573 titik, sementara di Riau terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia menyampaikan data tersebut berdasarkan pemantauan hotspot di wilayah Sumatera.
Selain Sumatera Selatan, titik panas juga terkonsentrasi di Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 336 titik dan Lampung 152 titik. Sementara itu, Jambi mencatat 67 titik.
Adapun Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing terpantau satu titik panas.
Di Riau, satu titik panas terdeteksi di Kabupaten Inhil. Meski jumlahnya jauh lebih rendah dibandingkan provinsi lain, kondisi tersebut tetap perlu dipantau untuk mengantisipasi potensi perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dominasi hotspot di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan bahwa konsentrasi titik panas pada pemantauan kali ini berada di luar Riau.
Namun, jumlah hotspot saja belum cukup untuk memastikan luas kebakaran maupun tingkat ancaman asap karena diperlukan verifikasi lapangan dan informasi pendukung lainnya.
Masyarakat dan pihak terkait perlu mencermati perkembangan data berikutnya, terutama untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi berkembang menjadi kebakaran lahan atau dapat segera ditangani.