PEKANBARU – Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera pada Selasa (6/10/2026) masih didominasi Sumatera Selatan.
Dari total 2.259 titik yang terpantau, sebanyak 1.938 titik berada di Sumsel atau sekitar 85,8 persen dari keseluruhan hotspot Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengatakan, selain Sumatera Selatan, hotspot juga terdeteksi di sejumlah provinsi lain.
Jambi tercatat 144 titik, Bangka Belitung 100 titik, Lampung 67 titik, Bengkulu satu titik, serta Kepulauan Riau satu titik.
Sementara itu, Riau mencatat delapan hotspot yang tersebar di enam kabupaten/kota. Sebaran tersebut berada di Kabupaten Siak dua titik, Pelalawan satu titik, Kuantan Singingi satu titik, Kampar satu titik, Indragiri Hulu satu titik, serta Kota Pekanbaru dua titik.
"Untuk Sumatera hari ini terpantau sebanyak 2.259 titik panas," ujar Yasir.
Meski jumlah hotspot Riau jauh lebih rendah dibandingkan Sumatera Selatan, penyebaran di beberapa wilayah menunjukkan potensi munculnya titik panas masih ada.
Kondisi ini membuat pemantauan tetap diperlukan, terutama di daerah yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran lahan.
Dari data BMKG, konsentrasi hotspot paling besar berada di Sumatera bagian selatan. Sumatera Selatan sendiri menyumbang hampir sembilan dari setiap 10 titik panas yang terpantau di Sumatera pada Selasa.
Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan hotspot belum merata di seluruh Sumatera.
Namun, keberadaan titik panas di Riau tetap menjadi perhatian karena enam wilayah di provinsi tersebut sudah terpantau memiliki hotspot.
Di Riau, keberadaan hotspot bahkan terdeteksi di wilayah perkotaan Pekanbaru dengan dua titik. Sementara Siak menjadi kabupaten dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni dua titik.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot dan kondisi atmosfer untuk melihat potensi perubahan cuaca maupun risiko kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat, terutama di wilayah yang terdeteksi hotspot, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Data hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan dan tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh titik tersebut merupakan kebakaran yang sudah terkonfirmasi.