PEKANBARU – Lonjakan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Sumatera belum mereda. Namun, di tengah total 3.144 titik panas yang terpantau pada Senin (14/9/2026) sore, posisi Riau relatif jauh lebih rendah dengan 76 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy mengatakan, sebaran hotspot di Riau tidak merata. Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, mencapai 56 titik panas.
“Total titik panas wilayah Sumatera ada 3.144 titik,” ujar Putri Santy.
Data BMKG menunjukkan, hotspot di Riau tersebar di sembilan wilayah. Selain Inhu, titik panas terpantau di Kampar sebanyak tiga titik, Pelalawan dua titik, Siak dua titik, Indragiri Hilir dua titik, Dumai lima titik, Kepulauan Meranti satu titik, Bengkalis satu titik, dan Rokan Hulu satu titik.
Kondisi Riau tersebut terlihat kontras jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera. Sumatera Selatan menjadi penyumbang hotspot terbesar dengan 2.235 titik, disusul Lampung 275 titik, Jambi 239 titik, Bangka Belitung 263 titik, Bengkulu 23 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatera Barat 12 titik, dan Sumatera Utara tujuh titik.
Besarnya dominasi Sumatera Selatan membuat perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sumatera tetap menjadi isu penting.
Meski jumlah hotspot Riau relatif kecil, keberadaan 56 titik di Indragiri Hulu menunjukkan bahwa potensi karhutla di wilayah tersebut masih perlu dicermati.
Secara keseluruhan, sembilan wilayah di Riau tercatat memiliki hotspot. Sebarannya meliputi Pelalawan, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai.
Sementara itu, Pekanbaru tidak tercatat memiliki hotspot dalam pemantauan BMKG pada Senin sore tersebut.
Data hotspot merupakan indikasi adanya titik dengan anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis berarti seluruh titik merupakan kebakaran.
Karena itu, informasi tersebut tetap membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan lokasi dan kondisi sebenarnya.
Bagi Riau, konsentrasi hotspot di Indragiri Hulu menjadi sinyal yang patut mendapat perhatian, terutama apabila kondisi cuaca mendukung munculnya titik api baru.
Pemantauan dan penanganan dini menjadi penting agar titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran lahan yang lebih luas.
Dengan total 76 hotspot, Riau memang bukan provinsi dengan jumlah titik panas terbesar di Sumatera pada Senin sore.
Namun, distribusi hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten menunjukkan kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan.