PEKANBARU - Aktivitas titik panas (hotspot) di Provinsi Riau terpantau masih muncul pada Senin (21/9/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, terdapat 9 titik panas di Riau, dan seluruhnya terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby mengatakan, keberadaan hotspot tersebut menjadi bagian dari total 671 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera pada Senin sore.
"Untuk wilayah Riau tercatat ada 9 titik panas dan seluruhnya berada di Kabupaten Indragiri Hulu," kata Deby.
Data tersebut menunjukkan sebaran hotspot di Riau pada Senin sore masih terkonsentrasi di satu wilayah.
Kondisi ini berbeda dengan sejumlah provinsi lain di Sumatera yang memiliki sebaran titik panas jauh lebih tinggi.
Secara regional, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 477 titik.
Selanjutnya Bangka Belitung 115 titik, Lampung 44 titik, Jambi 21 titik, dan Kepulauan Riau dua titik.
Sementara itu, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara masing-masing terpantau satu titik panas.
Jika dibandingkan dengan kondisi regional, jumlah hotspot Riau memang relatif kecil. Namun, kemunculan titik panas di Inhu tetap perlu menjadi perhatian karena hotspot merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mencatat total hotspot Sumatera pada Senin sore sebanyak 671 titik dengan rincian Jambi 21, Aceh satu, Lampung 44, Sumatera Selatan 477, Sumatera Barat satu, Sumatera Utara satu, Kepulauan Riau dua, dan Bangka Belitung 115 titik.
Adapun Riau menyumbang sembilan titik dari keseluruhan hotspot Sumatera tersebut, dengan konsentrasi seluruhnya berada di Indragiri Hulu.
Pemantauan hotspot menjadi penting, terutama ketika kondisi atmosfer dan cuaca mendukung terjadinya pengeringan vegetasi.
Meski demikian, keberadaan hotspot tidak otomatis berarti seluruh titik merupakan kebakaran hutan dan lahan karena diperlukan verifikasi lapangan untuk memastikan sumber panas tersebut.