PEKANBARU - Satelit BMKG stasiun Pekanbaru mendeteksi 239 titik panas atau hotspot yang tersebar sembilan kabupaten/kota di Riau, Jumat (4/9/2026) sore.
Dari 200-an titik panas itu, ada empat titik berada di level confidence tinggi 80-100 persen yang tersebar di Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil dua titik.
"Kemudian level confidence tinggi di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak dan Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti masing-masing satu titik," kata Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia.
Bella menuturkan, selain itu ada 218 titik berada di level confidence sedang 30-79 persen dan 17 titik lainnya di level confidence rendah 0-29 persen.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal bahaya akan potensi krisis udara bersih lintas provinsi.
Kondisi paling kritis terjadi di wilayah selatan Sumatera. Provinsi Sumatera Selatan kini berstatus "membara" dengan temuan luar biasa mencapai 1.670 titik api, menjadikannya episentrum Karhutla saat ini.
Namun, Riau tidak bisa bernapas lega. Posisi Riau kini berada di ujung tanduk dengan sumbangan 239 titik panas yang terus menjalar secara masif di delapan kabupaten dan satu kota.
Di Riau, kerusakan lahan paling parah bergeser ke kawasan pesisir dan selatan.
Kabupaten Inhil menjadi wilayah paling kritis dengan 81 titik panas, disusul Inhu sebanyak 56 titik, dan Siak 44 titik.
Tingginya angka di kawasan bergambut ini meningkatkan risiko asap tebal yang sulit dipadamkan.
Bahkan, ibu kota provinsi pun tidak luput dari ancaman. Kota Pekanbaru, yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai terdeteksi memiliki 2 titik panas.
Daerah penyangga lainnya di Riau juga turut menyumbang api, meliputi Kabupaten Kepulauan Meranti 20 titik, Pelalawan 18 titik, Bengkalis 16 titik, serta Kampar dan Kuantan Singingi yang masing-masing mendeteksi 1 titik.