PEKANBARU - Sebanyak 1.104 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera pada Sabtu (22/8/2026). Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 528 titik.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun, mengatakan berdasarkan pemantauan BMKG, hotspot masih tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera dengan jumlah yang cukup signifikan.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 1.104 titik,” kata Anggun, Sabtu (22/8/2026).
Dari data tersebut, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni 528 titik. Selanjutnya Bangka Belitung tercatat memiliki 221 hotspot, Lampung 98 titik, Riau 97 titik, Jambi 83 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Bengkulu 16 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 9 titik, dan Sumatera Barat 5 titik.
Untuk wilayah Riau, hotspot terdeteksi di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling tinggi, mencapai 71 titik.
“Untuk Riau, terdapat 97 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota,” ujar Anggun.
Rinciannya, Kota Dumai terdeteksi tiga hotspot, Kabupaten Kampar empat titik, Rokan Hulu dua titik, Bengkalis dua titik, Kuantan Singingi satu titik, Kepulauan Meranti dua titik, Pelalawan 71 titik, Indragiri Hilir delapan titik, serta Indragiri Hulu tiga titik.
Tingginya jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian, terutama di tengah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meningkat apabila kondisi cuaca mendukung terjadinya kebakaran.
Data BMKG ini menunjukkan Sumatera Selatan menjadi daerah yang paling banyak menyumbang hotspot di Sumatera, sementara di Riau konsentrasi titik panas paling menonjol berada di Kabupaten Pelalawan.