PEKANBARU - Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera kembali menunjukkan perubahan signifikan.
Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru pada Selasa (11/8/2026) sore, terdeteksi 230 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby mengatakan, Riau menyumbang 23 hotspot dari total pantauan di Sumatera tersebut.
“Total titik panas wilayah Sumatera, Selasa sore ada 230 titik,” ujar Deby.
Dibandingkan sejumlah wilayah lain di Sumatera, jumlah hotspot Riau masih berada di bawah Sumatera Selatan yang mencatat 68 titik, Bangka Belitung 54 titik, serta Lampung sebanyak 29 titik.
Data BMKG menunjukkan konsentrasi hotspot terbesar berada di Sumatera Selatan dengan 68 titik. Posisi berikutnya ditempati Bangka Belitung dengan 54 titik dan Lampung sebanyak 29 titik.
Sementara provinsi lainnya mencatat Aceh 14 titik, Jambi 22 titik, Kepulauan Riau 12 titik, Sumatera Barat 4 titik, Sumatera Utara 4 titik, serta Riau 23 titik.
Dengan demikian, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi dalam pemantauan BMKG pada Selasa sore.
Di tingkat kabupaten/kota, distribusi hotspot Riau tidak merata. Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni mencapai 12 titik.
Data tersebut menunjukkan kawasan Indragiri Hulu menyumbang lebih dari separuh hotspot Riau yang terpantau pada Selasa sore.
Konsentrasi berikutnya berada di Indragiri Hilir dengan enam titik. Sementara Kampar, Kota Pekanbaru, dan Pelalawan masing-masing terdeteksi satu titik panas.
Dalam beberapa hari terakhir, data hotspot di Sumatera memang menunjukkan perubahan yang cukup tajam.
Pada 9 Agustus 2026, misalnya, BMKG mencatat jumlah hotspot di Sumatera jauh lebih tinggi dibandingkan angka yang terpantau pada Selasa sore.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa jumlah hotspot dapat berubah cepat mengikuti dinamika cuaca, kondisi permukaan dan hasil deteksi satelit.