PEKANBARU - Sebanyak 289 titik panas (hotspot) terpantau di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Selasa (28/7/2026) sore.
Dari jumlah tersebut, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan sebaran hotspot terbanyak, yakni mencapai 126 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya mengatakan, pemantauan hotspot tersebut mencakup sembilan provinsi di Sumatera.
Data itu menunjukkan adanya konsentrasi titik panas yang cukup tinggi di beberapa wilayah, dengan Sumatera Selatan menyumbang hampir separuh dari total hotspot yang terdeteksi.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Selasa (28/7/2026) sore ada 289 titik,” ungkap Sanya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Sumatera Barat berada di urutan berikutnya dengan 40 titik panas, disusul Aceh sebanyak 32 titik dan Jambi 28 titik.
Sementara itu, Lampung mencatat 21 hotspot, Bangka Belitung 19 titik, serta Bengkulu 17 titik.
Di sisi lain, Riau terpantau memiliki lima titik panas. Sebaran tersebut masing-masing berada di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Rinciannya, Kabupaten Bengkalis satu hotspot, Kabupaten Kampar satu titik, Kota Dumai satu titik, Kabupaten Kuantan Singingi satu titik, serta Kabupaten Indragiri Hilir satu titik.
Adapun Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling sedikit dalam pemantauan tersebut, yakni hanya satu titik.
Pemantauan titik panas menjadi salah satu indikator awal untuk mendeteksi potensi kebakaran vegetasi.
Karena itu, perkembangan hotspot perlu terus dipantau, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung munculnya titik api.