PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera menunjukkan tren yang relatif terkendali pada Senin (6/7/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), total hotspot yang terpantau mencapai 78 titik.
Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, sementara Provinsi Riau hanya mencatat satu hotspot yang berada di Kabupaten Pelalawan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, hotspot di Sumatera tersebar di enam provinsi.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Senin sore terpantau sebanyak 78 titik. Untuk Riau terdapat satu titik yang berada di Kabupaten Pelalawan," ujar Gita Dewi.
Adapun rincian sebaran hotspot di Pulau Sumatera meliputi Aceh sebanyak delapan titik, Jambi dua titik, Lampung sebelas titik, Sumatera Selatan empat puluh tujuh titik, Bangka Belitung sembilan titik, dan Riau satu titik.
Dominasi hotspot di Sumatera Selatan menjadikan provinsi tersebut sebagai daerah dengan tingkat kewaspadaan tertinggi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, kondisi di Riau dinilai masih relatif kondusif karena hanya terdeteksi satu titik panas.
Meski jumlah hotspot di Riau sangat minim, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya kebakaran lahan, terutama saat cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi pembakaran terbuka.
BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan hotspot melalui satelit guna mendukung upaya mitigasi dini terhadap potensi karhutla di berbagai wilayah Sumatera.