PEKANBARU – Pemantauan satelit yang dilakukan BMKG menunjukkan adanya peningkatan aktivitas titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumatera pada Rabu (24/6/2026) sore.
Dari total 50 hotspot yang terdeteksi di Pulau Sumatera, Provinsi Riau menyumbang 14 titik, dengan Kabupaten Siak menjadi daerah yang mencatat jumlah terbanyak.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati mengatakan, sebaran hotspot masih ditemukan di beberapa provinsi yang berpotensi mengalami peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila tidak diantisipasi sejak dini.
"Total titik panas wilayah Sumatera pada Rabu sore terpantau sebanyak 50 titik," ujar Ranti Kurniati.
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan dan Riau menjadi dua provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, masing-masing sebanyak 14 titik.
Sementara itu, Bangka Belitung mencatat 12 titik dan Jambi sebanyak 8 titik.
Dari 14 titik panas yang terpantau di Riau, Kabupaten Siak menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni lima titik. Disusul Rokan Hilir tiga titik dan Kampar dua titik.
Selain itu, sebaran titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kota Dumai, masing-masing 1 titik.
BMKG secara rutin melakukan pemantauan hotspot menggunakan teknologi satelit untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Data tersebut menjadi salah satu acuan bagi instansi terkait dalam melakukan langkah mitigasi dan penanganan dini di lapangan.
Dengan memasuki periode cuaca yang cenderung lebih kering di beberapa wilayah, kewaspadaan terhadap aktivitas pembakaran lahan dan potensi munculnya titik api perlu terus ditingkatkan.