PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan adanya lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) yang tersebar di sepanjang koridor pulau Sumatera pada Selasa (26/5/2026) sore.
Berdasarkan data pencitraan satelit terbaru, total titik panas di Sumatra kini telah menyentuh angka 86 titik.
Lonjakan ini dipicu kondisi cuaca yang mulai memasuki fase kering di beberapa wilayah.
Dari total 86 titik panas yang terpantau, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi dengan 19 titik.
Disusul ketat oleh Sumatera Barat dan Sumatera Selatan yang masing-masing mengantongi 18 titik panas.
Sementara itu, Provinsi Riau mendeteksi adanya 10 titik panas yang mulai menyebar di area-area rawan gambut.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi mengungkapkan, sebaran titik panas di Riau tidak lagi memusat di satu wilayah, melainkan mulai mengepung enam kabupaten sekaligus.
Kabupaten Indragiri Hulu saat ini memimpin dengan jumlah titik terbanyak di Riau.
"Total titik panas wilayah Sumatera Selasa sore ada 86 titik. Untuk wilayah Riau, kami mendeteksi ada 10 titik panas yang tersebar di enam kabupaten, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 3 titik," ujar Gita Dewi.
Selain Indragiri Hulu, BMKG merincikan wilayah administrasi di Riau yang mulai "memanas" antara lain Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hilir masing-masing dengan 2 titik panas.
Sementara itu, di Kabupaten Kampar, Bengkalis dan Pelalawan masing-masing menyumbang 1 titik panas.
Secara makro, sebaran 86 titik panas di wilayah Sumatera per sore ini meliputi, Sumatera Utara 19 titik, Sumatera Barat 18 titik, Sumatera Selatan 18 titik, Aceh 15 titik, Riau 10 titik, Jambi 4 titik dan Bangka Belitung 2 titik.
Mengingat fluktuasi cuaca dan potensi meluasnya kebakaran lahan, BMKG mengimbau masyarakat dan pihak konsesi perkebunan untuk meningkatkan patroli mandiri serta tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar.
Kondisi angin dan kelembapan udara yang rendah dalam beberapa hari ke depan diprediksi dapat mempercepat rembetan api jika terjadi kebakaran.