PEKANBARU – Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dengan mengenang perjuangan para pahlawan.
Di jalan raya, nilai perjuangan juga dapat diterapkan melalui sikap disiplin, kepedulian, dan komitmen menjaga keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.
Memasuki momentum Agustus, semangat tersebut dikemas dalam kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman yang digencarkan PT Capella Dinamik Nusantara (CDN/Capella Honda), Main Dealer sepeda motor Honda di Riau.
Instruktur Safety Riding Honda Capella Honda, Rama Dhandyano mengajak pengendara menjadikan keselamatan sebagai bentuk perjuangan masa kini.
Menurutnya, perlengkapan berkendara, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kondisi kendaraan, hingga kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.
1. Perlengkapan Berkendara, "Baju Zirah" Pahlawan Modern
Jika para pejuang dulu mengenakan perlengkapan tempur untuk bertahan hidup, pengendara sepeda motor masa kini membutuhkan perlengkapan keselamatan sebagai perlindungan utama di jalan antara lain Helm Standar Nasional Indonesia (SNI), Jaket dan Celana Panjang, serta sarung tangan dan sepatu untuk.
Menggunakan perlengkapan lengkap bukan sekadar kepatuhan, melainkan wujud rasa sayang pada diri sendiri dan keluarga yang menunggu di rumah.
2. Disiplin Lintas Barisan, Menghargai Hak Sesama Pengguna Jalan
Kemerdekaan bukan berarti bebas tanpa batas hingga merugikan orang lain. Sikap saling menghargai di jalan raya adalah cerminan dari jiwa nasionalisme.
Patuhi rambu lalu lintas dengan cara menghormati lampu merah, garis marka, dan batas kecepatan.
Gunakan 4 T (Tunggu sejenak, Tengok Kiri, Tengok Kanan, dan Tengok Kiri lagi) saat menyeberang atau dipersimpangan, dan pastikan tidak menerobos trotoar.
3. Merawat Kendaraan, Menjaga "Amunisi" Tetap Siap Tempur
Pahlawan tidak akan pergi ke medan perang dengan senjata yang rusak. Sebelum menarik tuas gas, pastikan kondisi motor selalu dalam keadaan prima dengan cara periksa tekanan angin dan kondisi ban.
Kemudian, pastikan fungsi rem depan dan belakang bekerja maksimal, cek fungsi lampu utama, lampu rem, dan sein. Lakukan servis berkala di AHASS terdekat agar performa mesin tetap terjamin.
4. Mengendalikan Ego, Perjuangan Melawan Diri Sendiri
Musuh terbesar di jalan raya sering kali bukanlah orang lain, melainkan ego dan rasa terburu-buru dalam diri sendiri.
Semangat perjuangan yang sejati adalah kemampuan untuk tetap tenang, sabar, dan tidak terpancing emosi saat menghadapi kemacetan atau tindakan pengendara lain yang memancing amarah.
Manager Sales dan Safety Riding Capella Honda Riau, Jonny Winata menilai, keselamatan harus menjadi bagian dari semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai keselamatan. Di momen kemerdekaan ini, saatnya naik kelas, tingkatkan teknik berkendara bersama para instruktur profesional di Capella Honda Safety Riding & Training Center Riau. Merdeka berkendara, aman sampai tujuan,” ucap Jonny.
Menurut Jonny, kemampuan berkendara aman tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Pengetahuan mengenai teknik berkendara yang benar juga perlu terus ditingkatkan agar pengendara mampu menghadapi berbagai situasi di jalan.
Ia pun mengingatkan, menjadi pahlawan di jalan raya dapat dimulai dari tindakan sederhana: menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi aturan, menjaga kondisi kendaraan, serta mengendalikan emosi.
“Pahlawan sejati adalah mereka yang mampu mengendalikan emosi demi keselamatan bersama. Kemerdekaan ada di tangan kita. Selamat Hari Kemerdekaan, tetap semangat, dan Jago #Cari_Aman biar Happy,” tutupnya.(rilis)