INHU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Jum'at, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, belum sepenuhnya terkendali hingga Rabu (16/9/2026).
Memasuki hari kelima penanganan, tim gabungan masih harus membuka akses menuju sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kondisi tersebut membuat operasi pemadaman di kawasan gambut membutuhkan penanganan lebih intensif.
Selain medan yang sulit, tim juga menghadapi faktor angin, keterbatasan sumber air, serta material mudah terbakar yang masih terdapat di lokasi.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik mengatakan, proses penanganan masih berlangsung hingga Rabu malam.
“Hari ini penanganan hari kelima lokasi karhutla di Desa Pulau Jum'at, Kuala Cenaku,” kata Ilham.
Menurut dia, luasan lahan yang terdampak kebakaran masih dihitung. Namun, persoalan utama dalam operasi saat ini bukan hanya memadamkan api, melainkan memastikan personel dan peralatan dapat mencapai sumber kebakaran.
Belum seluruh akses menuju kepala api dapat dilalui tim darat. Karena itu, Satgas Darat Kabupaten Inhu bersama Manggala Agni melakukan pembukaan akses untuk memperluas jangkauan operasi.
“Upaya utama pembukaan akses masuk menggunakan lima unit alat berat dan pembuatan embung sebagai dukungan sumber air,” jelas Ilham.
Pembukaan jalur tersebut menjadi langkah penting karena karakter lahan gambut membuat pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada permukaan.
Setelah akses terbuka dan ketersediaan air diperkuat melalui pembuatan embung, tim darat diarahkan melakukan serangan langsung ke kepala api.
Operasi dari darat juga diperkuat melalui pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing.
Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu menekan titik api yang sulit dijangkau personel dan mempercepat pengendalian kebakaran.
Meski demikian, operasi pada hari kelima menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Pulau Jum'at masih menghadapi persoalan medan yang serius.
Akses yang belum sepenuhnya terbuka membuat sebagian titik api belum dapat ditangani secara optimal dari darat.
Di tengah operasi tersebut, lokasi karhutla juga ditinjau Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau pada Rabu. Kunjungan dilakukan saat tim gabungan masih berjibaku mengendalikan kebakaran di kawasan gambut.
Hingga Rabu malam, Manggala Agni bersama Satgas Darat Kabupaten Inhu masih berada di lokasi untuk melanjutkan pemadaman.
Luas lahan terbakar yang pasti masih menunggu hasil penghitungan, sementara pembukaan akses dan penguatan sumber air menjadi bagian penting untuk mengejar pengendalian api.