www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Bakar Lahan Demi Kebun Sawit, Seorang Warga Bengkalis jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:17:30 WIB
Polisi tetapkan seorang pemilik lahan jadi tersangka karhutla di Bengkalis.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Polisi tetapkan seorang pemilik lahan jadi tersangka karhutla di Bengkalis.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

BENGKALIS - Niat licik menyamarkan pembukaan lahan kelapa sawit ilegal di balik bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akhirnya diendus pihak kepolisian.

Seorang pria berinisial YS (58) kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bengkalis usai kepergok merambah kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kecamatan Mandau.

Penetapan status tersangka ini bukanlah kasus perambahan hutan biasa, melainkan hasil pengembangan dari insiden kebakaran lahan yang menghebohkan Kelurahan Pematang Pudu pada pertengahan Juli lalu.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar membenarkan bahwa kasus ini bermula dari upaya petugas memadamkan titik api.

Namun, saat menyelidiki lokasi bekas kebakaran, tim justru menemukan jejak kejahatan lingkungan yang disengaja.

"Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap peristiwa Karhutla yang terjadi di Kelurahan Pematang Pudu," ucap AKBP Fahrian, Minggu (30/8/2026).

"Dari hasil penyelidikan diketahui terdapat aktivitas perkebunan di lokasi yang berdasarkan hasil telaah koordinat berada dalam kawasan hutan," tegasnya.

Kasus ini bermula pada Selasa siang, 14 Juli 2026. Kala itu, petugas merespons laporan kemunculan titik api di Jalan Tegar Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu.

Bukannya menemukan lahan kosong yang terbakar secara alami, polisi malah mendapati hamparan lahan yang sudah ditanami bibit kelapa sawit.

Setelah dilakukan pengambilan titik koordinat dan pemetaan digital, terbukti bahwa lokasi tersebut merupakan zona merah alias kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang haram untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan pribadi tanpa izin.

Dari total 6 hektare lahan yang diklaim sedang digarap, sekitar 1,5 hektare di antaranya telah dibersihkan (land clearing) dan mulai ditanami bibit sawit.

Guna memperkuat bukti kejahatan YS, polisi turut menyita sejumlah barang bukti dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), mulai dari batu asah, batang sawit bekas terbakar, hingga dua unit telepon seluler.

Gelar perkara yang dilakukan pada Jumat (28/8/2026) akhirnya membulatkan keputusan penyidik untuk menetapkan YS sebagai tersangka utama.

Kini, YS harus menghadapi jerat hukum yang berat. Ia disangkakan melanggar Undang-Undang (UU) Kehutanan serta UU Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan yang telah diperbarui melalui UU Nomor 6 Tahun 2023.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum tidak akan berhenti sampai di sini. Mereka tengah merampungkan pemberkasan, berkoordinasi dengan Kejaksaan, dan melibatkan saksi ahli dari laboratorium forensik serta dinas perkebunan.

Di akhir keterangannya, AKBP Fahrian memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang mencoba mencari keuntungan pribadi dengan merusak alam.

"Polres Bengkalis akan terus melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla maupun kegiatan perkebunan tanpa izin di kawasan hutan," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved