www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Mencegah Karhutla Muncul Lagi, BPBD Riau Tetap Siagakan Tim Pemadam di Bekas Kebakaran
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Karhutla Meluas, Partai Gelora Soroti Respons Menhut Raja Juli
Senin, 31 Agustus 2026 - 07:55:33 WIB
Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora, Rully Syumanda.
Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora, Rully Syumanda.

JAKARTA - Partai Gelora Indonesia menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Sumatera dan Kalimantan.

Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora, Rully Syumanda, menilai respons pemerintah dalam melakukan pencegahan dini karhutla masih perlu diperkuat. Ia secara khusus mengkritik kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Rully mengatakan, pemerintah seharusnya dapat mengambil langkah lebih cepat ketika titik panas atau indikasi kebakaran terdeteksi melalui teknologi pemantauan satelit.

"Kalau umpamanya sesudah kebakaran, ya itu cuma perlu pemadam kebakaran, tidak perlu seorang Menteri Kehutanan," kata Rully dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Menurut Rully, keberadaan data titik panas memungkinkan pemerintah melakukan langkah antisipasi sebelum kebakaran meluas. Ia menilai pemantauan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan dan koordinasi dengan pemegang izin konsesi apabila titik api berada di wilayah konsesi.

Rully merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat luas lahan terbakar mencapai 38.310,89 hektare sejak awal 2026 hingga Juni 2026.

Kebakaran tersebut tercatat terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Riau.

Ia menilai keterlambatan dalam melakukan pencegahan dapat menyebabkan kebakaran meluas dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, serta aktivitas ekonomi.

Rully juga menyoroti perlunya pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk mendukung deteksi dini karhutla. Menurutnya, teknologi pemantauan titik panas telah tersedia sejak puluhan tahun lalu dan saat ini seharusnya dapat digunakan secara lebih optimal.

"Teknologinya sudah tersedia sejak tahun 1982. Harusnya sekarang jauh lebih canggih. Gampang sekali melihat titik api ada di mana, hari ini ada satu, besok tiga, dikonsesi siapa. Seharusnya menteri langsung panggil dan beri teguran keras pemilik konsesinya saat itu juga," ujarnya.

Selain persoalan respons pemerintah, Rully menyoroti dugaan pembakaran lahan yang dilakukan untuk menekan biaya pembukaan lahan. Ia menilai praktik semacam itu dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat apabila api meluas.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat pengawasan terhadap wilayah konsesi serta memastikan setiap indikasi kebakaran segera ditindaklanjuti.

Rully juga mengingatkan bahwa karhutla merupakan persoalan yang berulang setiap tahun dan memiliki pola yang dapat dipantau. Menurutnya, kondisi tersebut semestinya menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat langkah pencegahan sebelum memasuki periode rawan kebakaran.

Sumber: Akurat


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M. Edy Afrizal (foto/int)Mencegah Karhutla Muncul Lagi, BPBD Riau Tetap Siagakan Tim Pemadam di Bekas Kebakaran
Ilustrasi Pemko Pekanbaru terus kebut perbaikan jalan (foto/int)DPRD Apresiasi Pemko Pekanbaru Perbaiki Jalan Limbungan Rumbai
Ilustrasi hotspot Riau tembus 346 titik (foto/int)Hotspot Riau Melonjak, Inhil Membara 111 Titik Panas
Ilustrasi cuaca di Riau minim peluang hujan (foto/int)Minim Potensi Hujan, BMKG Prediksi Cuaca Riau Dominan Berawan
Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho.Atasi Genangan, Pemko Pekanbaru Perbaiki Drainase di Enam Ruas Jalan
  Mahasiswa Universitas Riau ciptakan bata ringan ramah lingkungan dari limbah cangkang sawit (foto/ist)Mahasiswa Unri Sulap Limbah Cangkang Sawit Jadi Bata Ringan Ramah Lingkungan
Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal (foto/int)Sekolah SD dan SMP Negeri Pekanbaru Dapat Dana Operasional Rp2 M
Ilustrasi Koalisi Untuk Gajah Pelalawan soroti sidang kasus perburuan gading gajah (foto/riki)Koalisi Minta Sidang Kasus Perburuan Gajah Pelalawan Transparan dan Bongkar Jaringan Perdagangan
Ilustrasi luas Karhutla Riau tembus 18.770 hektare (foto/int)87,9 Hektare Lahan Kembali Terbakar, Total Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektare
Ketua APHI Soewarso.APHI Nilai Inpres Karhutla Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved