www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Jejak Uang Kasus Bupati Kuansing Mengarah ke Kemenhut, KPK Temukan SGD12.500
Sabtu, 08 Agustus 2026 - 21:50:48 WIB
Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby.(foto: int)
Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby.(foto: int)

JAKARTA - Penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby, kembali membuka temuan baru.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menelusuri dugaan aliran uang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing kepada seorang pejabat di Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Nilai pemberian yang sedang didalami penyidik mencapai 12.500 dolar Singapura. Dugaan transaksi tersebut disebut terjadi sekitar Mei 2026, sebelum adanya pertemuan dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Juni 2026.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, dugaan pemberian itu diketahui penyidik dalam rangkaian pengembangan perkara yang sedang berlangsung.

"Dari proses penyidikan yang dilakukan, penyidik kemudian menemukan, diduga ada pemberian lainnya yang dilakukan oleh pejabat di lingkungan Pemkab Kuansing kepada pihak-pihak di Kementerian Kehutanan," kata Budi.

Menurut Budi, dugaan pemberian tersebut tidak terjadi bersamaan dengan pertemuan dengan Menteri Kehutanan. Transaksi disebut berlangsung lebih dahulu, yakni sekitar Mei 2026.

"Di mana dugaan pemberian itu dilakukan sebelumnya, yaitu sekitar bulan Mei, sejumlah sekitar 12.500 Singapore dolar. Ya, salah satu pejabat di Kemenhut," ujarnya.

KPK belum menyimpulkan tujuan akhir dari pemberian tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan apakah transaksi itu berkaitan dengan perkara utama yang sedang ditangani.

Salah satu fokus penyidik kini mengarah pada dugaan keterkaitan pemberian uang tersebut dengan proses pelepasan kawasan hutan.

Budi menyebut informasi mengenai dugaan kaitan itu baru berasal dari salah satu keterangan yang diterima penyidik. Karena itu, KPK masih perlu melakukan verifikasi sebelum menarik kesimpulan.

"Kami masih dalami soal itu. Tapi memang dugaan awalnya karena keterangan dari satu sisi menyatakan bahwa itu terkait dengan pelepasan izin kawasan hutan," tuturnya.

KPK selanjutnya akan meminta keterangan dari pihak-pihak lain serta mencocokkannya dengan bukti yang telah diperoleh selama penyidikan.

"Masih butuh konfirmasi lagi kepada pihak-pihak lain untuk menerangkan ya, berkaitan dengan dugaan pemberian uang dari Pemkab Kuansing kepada pejabat di Kementerian Kehutanan," lanjutnya.

Pengembangan perkara tidak berhenti pada dugaan pemberian SGD12.500 tersebut. KPK juga menemukan indikasi penerimaan lain yang diduga berkaitan dengan proses pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Namun, lembaga antirasuah belum membeberkan secara rinci siapa saja pihak yang diduga terlibat maupun besaran uang dalam temuan tersebut.

KPK menyatakan seluruh temuan tersebut masih dalam tahap pendalaman dan membutuhkan konfirmasi terhadap pihak-pihak yang berkaitan.

"Tentunya dari temuan-temuan penyidik dalam rangkaian proses penyidikan tersebut, butuh kemudian dikonfirmasi, dimintai keterangan lebih lanjut lagi untuk melakukan pendalaman berkaitan dengan pemberian-pemberian tersebut," ujarnya.

Dalam perkara utama, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Suhardiman Amby, Zulkarnaen selaku Sekretaris Daerah Kuansing, serta Ardiles, Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant (MIC).

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 1 Juli 2026.

Kasus tersebut bermula dari dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Kuansing. Penyidik mengusut dugaan transaksi terkait jabatan kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada 2021 serta jabatan Sekda pada 2025.

Zulkarnaen dan Ardiles sebagai pihak yang diduga memberikan suap disangkakan melanggar Pasal 605 atau Pasal 606 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sementara Suhardiman Amby sebagai pihak yang diduga menerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sumber: merdeka.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ratusan kasus DBD tercatat di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
BYD bisa diretas.(ilustrasi/AI/halloriau.com)BYD Shark 6 Dibobol Hacker, Pintu, Lampu dan Wiper Bisa Diaktifkan dari Jarak Jauh
Jadwal MotoGP Mandalika 2026.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jadwal MotoGP Mandalika 2026: Sprint Race hingga Balapan Utama Akhir Pekan ini
Pemerintah pusat pangkas TKT untuk Kabupaten Kepulauan Meranti.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Pemerintah Pusat Bikin Meranti Makin Tertekan: TKD Turun, DBH 2027 Anjlok Rp34,5 Miliar
SIGMA mulai disiapkan ukur kinerja ASN.(ilustrasi/AI/halloriau.com)TPP Tak Sekadar Kehadiran, SIGMA Mulai Disiapkan Ukur Kinerja ASN Pemprov Riau
  Layanan 112 Pekanbaru dapat panggilan iseng.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jangan Iseng! Panggilan Palsu ke 112 Pekanbaru Bisa Bahayakan Nyawa
Penjualan Daihatsu tumbuh 10 persen.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Daihatsu Cetak Penjualan 37.167 Unit di Kuartal III 2026, Gran Max Kuasai Separuh Pasar
Pekanbaru siapkan penertiban 133 kanto STC.(ilustrasi/AI/halloriau.com)HGB Berakhir, Pemko Pekanbaru Ambil Alih 133 Kanto STC dan Siapkan Aturan Baru
Pasar murah Pemprov Riau.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Operasi Pasar ke-188 Pemprov Riau Digelar Pekan Ini, Cek Daftar Harga dan Lokasinya
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: mimi/halloriau.com)Tiang Fiber Optik Masuk Pekarangan Warga di Pekanbaru, DPRD Desak Pemko Bertindak
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved