www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
18 Posko Disiagakan, Riau Ubah Strategi Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kadishub Siak Junaidi Ditetapkan Tersangka OTT, Polisi Sita Uang Tunai
Minggu, 12 Juli 2026 - 17:39:47 WIB
Kepala Satreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos P.
Kepala Satreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos P.

SIAK – Polres Siak menetapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Siak, Junaidi, sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di kediamannya di Kelurahan Kampung Dalam, Siak Kota, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Polisi menduga tersangka melakukan pemerasan terhadap penyedia jasa angkutan air dalam proyek kapal gratis rute Mengkapan–Teluk Lanus.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos membenarkan penetapan tersangka tersebut. Menurutnya, penyidikan masih terus dikembangkan sebelum seluruh hasilnya diumumkan secara resmi.

"Sudah (ditetapkan tersangka). Kami masih melakukan pendalaman. Beri kami waktu untuk melengkapi penyidikan, dan hasilnya akan segera kami sampaikan melalui konferensi pers," kata Raja Kosmos.

Ia menjelaskan, perkara yang ditangani berkaitan dengan program kapal gratis rute Mengkapan–Teluk Lanus di Kecamatan Sungai Apit.

Dalam OTT tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai. Namun, jumlah uang yang disita belum diungkapkan dan akan disampaikan saat ekspose perkara.

"Persoalan yang sedang kami tangani terkait kapal gratis Mengkapan-Teluk Lanus. Kami menemukan barang bukti berupa uang tunai, jumlahnya nanti akan kami sampaikan saat ekspos," ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang diterima Unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Siak pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB.

Laporan tersebut mengungkap adanya dugaan permintaan sejumlah uang kepada kontraktor pemenang proyek pengadaan jasa angkutan penumpang menggunakan kapal kayu GT 34 untuk 77 kali pelayaran rute Pelabuhan Umum Tanjung Buton–Teluk Lanus.

Menindaklanjuti laporan itu, tim penyidik bergerak melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 16.00 WIB, penyidik menemui seorang perempuan berinisial A selaku direktur perusahaan pemenang proyek di sebuah restoran di Kecamatan Siak.

Dalam pemeriksaan awal, A mengaku baru saja menyerahkan uang sebesar Rp15 juta kepada Junaidi.

Selain itu, penyidik juga menemukan uang sekitar Rp50 juta yang disebut merupakan sisa pencairan uang muka proyek pengadaan jasa angkutan penumpang tersebut.

Berbekal keterangan itu, tim kemudian mendatangi rumah Junaidi di Kampung Dalam. Saat diinterogasi, Junaidi mengakui telah menerima uang Rp15 juta dari A.

Penyidik menemukan uang tersebut tersimpan di dua lokasi berbeda di dalam rumah, yakni Rp5 juta di dalam dompet dan Rp10 juta di atas sebuah boks buku di kamar.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Junaidi bersama A dibawa ke Mapolres Siak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain uang tunai Rp15 juta, polisi juga menyita uang sekitar Rp50 juta yang diduga berkaitan dengan proyek, dua unit telepon genggam, satu unit sepeda motor, serta sebuah tas ransel sebagai barang bukti.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, perkara tersebut diproses menggunakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait dugaan pemerasan oleh penyelenggara negara.

Sementara itu, Bupati Siak Afni Z memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Siak.

"Saya sebagai kepala daerah, sejauh ini menjalin kerja sama dan hubungan kami dengan Polres baik-baik saja. Bahkan sejumlah kegiatan kami lakukan secara bersama-sama," ujarnya.

Afni menjelaskan program kapal gratis Mengkapan–Teluk Lanus memiliki nilai kontrak sekitar Rp623 juta. Menurutnya, program tersebut semula direncanakan berjalan sejak Februari 2026, namun baru dapat direalisasikan pada Juni karena keterbatasan fiskal daerah.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah membayarkan uang muka sebesar 30 persen atau sekitar Rp187,99 juta. Meski pembayaran dilakukan bertahap, layanan kapal gratis tetap dijalankan karena sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di Teluk Lanus.

Di sisi lain, istri Junaidi yang berinisial SA membenarkan telah menerima dan menandatangani surat penetapan tersangka terhadap suaminya.

"Kami sedang membuat surat permohonan penangguhan penahanan, mohon doanya agar dikabulkan," ujarnya.

Hingga kini, penyidik Polres Siak masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan pemerasan proyek kapal gratis tersebut.

Sumber: Riaupos


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Gubernur Riau tekankan aksi dini penanganan Karhutla di Riau.(foto: mcr)18 Posko Disiagakan, Riau Ubah Strategi Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Apel kesiapsiagaan hadapi karhutla di halaman Mapolda Riau.(foto: risnaldi/halloriau.com)Agustus-September Jadi Periode Kritis El Nino, Riau Waspadai Karhutla hingga 2027
Kabid Perumahan Disperkim Rohil, Kudri.(foto: afrizal/halloriau.com)Pemkab Rohil Bedah 203 Rumah Warga Kurang Mampu, 67 Unit Sudah Mulai Digarap
Seberan level confidence puluhan titik panas di Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Riau Menyala, Siak hingga Inhu Terpantau Titik Panas Level Confidence Tinggi 80-100 Persen
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Riau Dikepung 43 Hotspot, Siak dan Inhu Menyala dengan 16 Titik Panas
  Masjid Raya Annur Riau.(foto: int)SF Hariyanto: Masjid Raya An-Nur Riau Harus Steril dari Kepentingan Politik
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)Karhutla Riau Tembus 15 Ribu Hektare, Mayoritas Terjadi di Kawasan Nonhutan
RAPP siagakan fire fighter dan peralatan operasional hadapi karhutla.(foto: risnaldi/halloriau.com)RAPP Siagakan 177 Pompa dan 1.209 Selang untuk Hadapi Karhutla Riau 2026
Ameera Hotel Wedding Showcase 2026.Ameera Hotel Pekanbaru Gelar Wedding Showcase 2026, Hadirkan Lebih dari 35 Vendor Wedding Terpercaya di Pekanbaru
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai meraih dua penghargaan di ajang ISRA 2026 (foto/ist)Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Dua Penghargaan di Ajang ISRA 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved