www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kasus Dugaan Kejahatan Lingkungan PT Musim Mas Berlanjut, Kerugian Ratusan Miliar Diuji di Kejati Riau
Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:09:17 WIB
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan (foto/int)
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan (foto/int)

PEKANBARU – Penanganan perkara dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang menjerat korporasi perkebunan kelapa sawit PT Musim Mas memasuki babak baru. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau kembali menyerahkan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Riau setelah sebelumnya dikembalikan untuk dilengkapi.

Berkas perkara tersebut sebelumnya belum memenuhi kelengkapan formil dan materiil sebagaimana petunjuk jaksa peneliti atau P-19. Menindaklanjuti hal itu, penyidik melengkapi seluruh kekurangan sebelum kembali melimpahkan berkas untuk diteliti.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, mengatakan seluruh petunjuk yang diberikan jaksa telah dipenuhi sebagai bagian dari upaya memperkuat pembuktian dalam perkara tersebut.

"Kami telah menindaklanjuti seluruh petunjuk dari jaksa peneliti dengan melengkapi kekurangan yang diminta. Berkas perkara kini kembali kami serahkan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut," kata Ade, Rabu (8/7/2026).

Kejaksaan Tinggi Riau melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) telah menerima kembali berkas perkara tersebut. Selanjutnya, tim jaksa peneliti akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah berkas telah memenuhi syarat lengkap atau P-21 sehingga dapat dilimpahkan ke pengadilan.

Kasus ini bermula dari dugaan aktivitas perkebunan kelapa sawit yang dilakukan PT Musim Mas di kawasan sempadan Sungai Air Hitam, anak Sungai Nilo, di Kabupaten Pelalawan. Penyidik menduga kegiatan pembukaan lahan dan penanaman sawit di kawasan tersebut telah berlangsung sejak akhir 1990-an tanpa izin dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III serta tidak sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Dalam proses penyidikan, kepolisian melibatkan sejumlah ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk mengkaji dugaan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

"Kami menerapkan metode scientific investigation (penyidikan berbasis ilmiah) dengan mengerahkan armada ahli lintas disiplin ilmu, mulai dari pakar kerusakan tanah hingga hukum korporasi. Strategi ini berhasil mengungkap angka kerugian ekologis yang sangat fantastis, yakni menyentuh Rp187,8 miliar lebih," kata Ade dikutip dari MCRiau.

Atas dugaan pelanggaran tersebut, PT Musim Mas dipersangkakan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Namun demikian, status hukum perkara masih berada pada tahap penyidikan dan penelitian berkas oleh jaksa.

"Jika terbukti bersalah di pengadilan nanti, korporasi ini tidak hanya menghadapi denda maksimal Rp10 miliar, tetapi juga ancaman hukuman kurungan hingga 10 tahun penjara bagi pembuat kebijakan di dalamnya," tegasnya.

Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan dan penetapan bersalah atau tidaknya pihak yang berperkara sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan setelah seluruh tahapan hukum dilalui.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved