www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Dewan Syuro PKB Riau Beberkan Fakta di Balik Surat Sumpah Abdul Wahid dari Rutan KPK
Senin, 12 Januari 2026 - 11:31:40 WIB
Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid mengenakan rompi orange saat ditahan KPK usai terjaring OTT Dinas PUPR Riau.(foto: int)
Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid mengenakan rompi orange saat ditahan KPK usai terjaring OTT Dinas PUPR Riau.(foto: int)

PEKANBARU - Polemik dugaan kasus korupsi yang menyeret Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid kembali mengemuka setelah beredarnya surat sumpah dan bantahan bertulis tangan dari dalam rutan KPK.

Surat tersebut kini dikonfirmasi sebagai pernyataan resmi dan autentik oleh internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau.

Ketua Dewan Syuro PKB Riau, KH Abdurrahman Koharudin menegaskan, isi surat yang beredar di tengah masyarakat bukanlah rekayasa, melainkan ungkapan sumpah dan klarifikasi pribadi Abdul Wahid yang telah disampaikan jauh sebelum surat itu tersebar luas.

“Sumpah secara lisan sudah saya terima melalui istri beliau. Abdul Wahid bersumpah atas nama Allah membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya,” ujar KH Abdurrahman Koharudin, Senin (12/1/2026).

Menurut Abdurrahman, meski ia tidak menerima surat tersebut secara fisik langsung dari Abdul Wahid, substansi isinya telah ia ketahui sejak lama.

Surat itu disebut sebagai cerminan isi hati Abdul Wahid yang tidak berubah sejak awal menghadapi persoalan hukum.

Kondisi pembatasan akses kunjungan menjadi alasan utama mengapa komunikasi hanya bisa dilakukan melalui keluarga inti.

“Yang bisa menjenguk hanya keluarga inti dan UAS. Ustaz Abdul Somad sudah sekali berkunjung. Saya sendiri dua kali mencoba tapi tidak diizinkan,” jelasnya.

Situasi ini membuat klarifikasi Abdul Wahid lebih banyak disampaikan melalui jalur tidak langsung, termasuk melalui istrinya.

Terkait pendampingan hukum, Abdurrahman menyebut bahwa saat ini seluruh langkah strategis diserahkan kepada DPP PKB, meski pihak keluarga juga menunjuk penasihat hukum sendiri.

“Secara resmi yang menangani adalah DPP. Untuk langkah hukum selanjutnya masih menunggu keputusan,” katanya.

Namun, Abdurrahman mengungkapkan adanya kejanggalan dalam proses hukum yang dijalani Abdul Wahid, khususnya terkait pemeriksaan oleh penyidik.

Salah satu hal yang disoroti adalah fakta bahwa Abdul Wahid telah mengalami tiga kali perpanjangan masa penahanan, namun disebut belum pernah menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) secara komprehensif.

“Ini yang kami anggap janggal. Selain diperpanjang sampai tiga kali, beliau juga belum pernah di-BAP, kecuali saat awal penangkapan di Riau,” ungkapnya.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai situasi yang jarang terjadi dan patut menjadi perhatian publik.

Sebagaimana diketahui, kasus OTT yang menjerat Abdul Wahid hingga kini masih dalam tahap pengembangan KPK.

Belum ada pernyataan resmi terkait penetapan pihak lain atau pelimpahan berkas perkara.

Surat bertulis tangan yang kini beredar luas di publik ditulis menggunakan tinta biru di secarik kertas dan dibubuhi tanda tangan Abdul Wahid, memperkuat kesan bahwa klarifikasi tersebut dibuat secara sadar dan personal dari balik rutan.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Polisi bakar rakit PETI di Kuansing.(foto: mcr)Polres Kuansing Musnahkan 23 Peralatan PETI, Tak Satu pun Pelaku Diamankan
Warga binaan Lapas Bagansiapiapi jalani pemeriksaan kesehatan.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Periksa Kesehatan Warga Binaan, Ini Hasilnya
Perhotelan di Riau lesu.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Hotel di Riau Masih Lesu, PHRI Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)167 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Bagaimana Kondisi Riau Sore Ini?
  Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)Kejar Realisasi 90 Persen, Pemprov Riau Hadapi PR Utang Tunda Bayar dan Jalan Rusak
Ketua Astindo Riau, Harpina Diansari (foto/int)Astindo Riau Bidik Momentum Libur Akhir Tahun, Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
Warga binaan Rohil kembali belajar di kelas.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Buka Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan Lewat Kelas Lentera Asa
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved