www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Harga Sawit Mitra Plasma Riau Turun Pekan Ini Jadi Rp3.745 per Kg
 
CPO Turun Rp143,63, Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Terkoreksi
Selasa, 29 September 2026 - 20:37:55 WIB
Harga TBS sawit mitra swadaya di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Harga TBS sawit mitra swadaya di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Petani kelapa sawit di Provinsi Riau kembali menghadapi tekanan harga. Memasuki periode 30 September-6 Oktober 2026, harga TBS (TBS) mitra swadaya ditetapkan turun, dengan koreksi terbesar terjadi pada tanaman umur 9 tahun.

Disbun Riau menetapkan harga TBS umur 9 tahun sebesar Rp3.866,97 per kilogram, turun Rp18,19 per kilogram atau 0,47 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa pergerakan harga komoditas sawit di tingkat petani masih sangat bergantung pada kondisi pasar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Pada periode penetapan kali ini, harga jual CPO yang menjadi salah satu komponen perhitungan tercatat turun Rp143,63 per kilogram.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Defris Hatmaja mengatakan, pelemahan harga CPO menjadi faktor utama terkoreksinya harga TBS.

“Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO,” ujar Defris, Selasa (29/9/2026).

Data penetapan menunjukkan tekanan terhadap harga TBS tidak terjadi pada seluruh komponen sawit. Ketika harga CPO turun, harga kernel justru mengalami kenaikan.

Harga CPO yang digunakan dalam formulasi penetapan mencapai Rp15.552,66 per kilogram, atau turun Rp143,63 per kilogram dari periode sebelumnya.

Sebaliknya, harga kernel naik Rp215,95 per kilogram menjadi Rp14.271 per kilogram.

Tim Penetapan Harga TBS Riau menggunakan indeks K sebesar 93,30 persen, harga cangkang Rp24,65 per kilogram dan BOTL sebesar 0,61 persen.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan nilai kernel belum mampu mengimbangi tekanan dari sisi CPO yang menjadi salah satu penentu utama harga TBS.

Dalam mekanisme penetapan, harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.583,67 per kilogram, sementara harga kernel KPBN berada di level Rp13.639 per kilogram.

Untuk periode 30 September sampai 6 Oktober 2026, harga TBS mitra swadaya Riau ditetapkan sebagai berikut:

- 3 tahun: Rp2.994,10
- 4 tahun: Rp3.339,35
- 5 tahun: Rp3.583,73
- 6 tahun: Rp3.721,83
- 7 tahun: Rp3.805,76
- 8 tahun: Rp3.851,83
- 9 tahun: Rp3.866,97
- 10-20 tahun: Rp3.826,84
- 21 tahun: Rp3.762,52
- 22 tahun: Rp3.688,40
- 23 tahun: Rp3.604,12
- 24 tahun: Rp3.540,28
- 25 tahun: Rp3.487,92
- 26 tahun: Rp3.469,06
- 27 tahun: Rp3.439,92
- 28 tahun: Rp3.384,66
- 29 tahun: Rp3.344,04
- 30 tahun: Rp3.251,17.

Dari struktur harga tersebut, tanaman umur 9 tahun menjadi kelompok dengan harga TBS tertinggi dalam periode penetapan kali ini.

Namun, kelompok tersebut juga mengalami koreksi nominal terbesar dibandingkan pekan sebelumnya.

Selain pergerakan harga komoditas, Dinas Perkebunan Riau menekankan pentingnya tata kelola dalam proses penetapan harga TBS.

Pemerintah daerah menyatakan mekanisme tersebut terus diperbaiki agar harga yang ditetapkan tetap mengikuti ketentuan dan memberikan kepastian bagi petani maupun perusahaan mitra.

“Dalam penetapan harga TBS, Disbun Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,” jelas Defris.

Perbaikan tata kelola itu dilakukan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau.

Pemerintah berharap mekanisme yang semakin transparan dapat memperkuat kepastian harga sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani.

Bagi perusahaan yang tidak melakukan penjualan, mekanisme penetapan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024, khususnya Pasal 16.

Dalam kondisi tersebut, harga CPO dan kernel menggunakan harga rata-rata tim. Sementara jika masuk validasi dua, harga yang digunakan mengacu pada rata-rata KPBN.

Penetapan harga tersebut menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra serta Keputusan Dirjen Perkebunan Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025 tentang Pedoman Umum Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra.

Artinya, perubahan harga TBS di tingkat petani bukan hanya ditentukan oleh kondisi buah sawit di kebun, tetapi juga dipengaruhi pergerakan harga produk olahan dan komponen formulasi lainnya.

Untuk periode satu pekan ke depan, petani sawit Riau harus menerima harga yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Harga tersebut mulai berlaku Rabu, 30 September 2026 hingga Selasa, 6 Oktober 2026.

Koreksi kali ini sekaligus menunjukkan bahwa ketika harga CPO melemah, dampaknya dapat langsung masuk ke formula harga TBS yang diterima petani.

Dengan demikian, stabilitas harga di tingkat pekebun tidak hanya bergantung pada produktivitas kebun, tetapi juga pada dinamika pasar sawit dan konsistensi tata kelola penetapan harga.

Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Harga TBS sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Harga Sawit Mitra Plasma Riau Turun Pekan Ini Jadi Rp3.745 per Kg
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Senin (5/10/2026). ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.Pemerintah Gulirkan Sejumlah Stimulus Skonomi untuk Kuartal IV 2026
Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan Rejang Lebong di Pemkab Rejang Lebong pada 18 Agustus 2026. ANTARA/Nur MuhamadDari Cek Kesehatan Gratis ke cegah sakit
  Harga TBS sawit mitra swadaya di Riau pekan ini naik.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Pekan ini Naik Jadi Rp3.679
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan setelah rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10/2026). ANTARA/Shofi Ayudiana/pri.MBG Prasmanan Diuji Coba di 66 SPPG di 10 Provinsi
Presiden Prabowo Subianto (tengah) melihat hasil inovasi BRIN dalam pembuatan genteng dengan material ramah lingkungan saat acara pameran hasil inovasi BRIN di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.Modal Baru Riset Indonesia Menuju Hilirisasi
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved