www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Wamenkomdigi Dorong Generasi Muda Kuasai STEM dan Literasi Digital
 
SPI Minta Kepemilikan Sawit Rakyat Ditingkatkan Jadi 80 Persen
Senin, 25 Mei 2026 - 07:05:48 WIB

JAKARTA — Serikat Petani Indonesia (SPI) mendesak pemerintah mempercepat reforma agraria dan meningkatkan kepemilikan perkebunan sawit rakyat hingga 80 persen guna mendukung penerapan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu melalui badan usaha milik negara (BUMN).

SPI menilai kebijakan pemerintah yang mewajibkan ekspor sejumlah komoditas strategis, termasuk kelapa sawit, dilakukan melalui BUMN sebagai eksportir tunggal menjadi momentum memperkuat kendali negara terhadap tata niaga sawit nasional.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut pidato Presiden di Gedung DPR RI pada 20 Mei 2026. Pemerintah menilai skema ekspor satu pintu diperlukan untuk menekan praktik manipulasi ekspor, seperti under invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, mengatakan harga sawit Indonesia selama ini terlalu bergantung pada mekanisme pasar global dan korporasi besar yang menguasai rantai industri sawit dari hulu hingga hilir.

“Dengan adanya kebijakan ini, harga kelapa sawit dapat lebih dikendalikan oleh negara, tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh pasar luar negeri yang selama ini mendominasi,” kata Henry dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (24/5/2026).

Menurut SPI, penguatan tata kelola ekspor harus diiringi langkah konkret memperkuat posisi petani sawit sebagai produsen utama. Selama ini petani masih menghadapi persoalan mendasar, seperti ketidakpastian akses lahan, lemahnya dukungan pemeliharaan tanaman, serta rendahnya posisi tawar dalam rantai pemasaran.

“Tanpa itu, petani akan tetap berada di posisi yang lemah dalam produksi, industri, dan distribusi kelapa sawit,” ujarnya.

SPI mencatat penguasaan perkebunan sawit nasional saat ini masih didominasi perusahaan swasta sebesar 56 persen. Sementara itu, petani rakyat menguasai sekitar 40 persen dan BUMN sekitar 4 persen.

Menurut SPI, ketimpangan tersebut perlu dibenahi melalui pelaksanaan reforma agraria sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960, serta TAP MPR Nomor IX Tahun 2001 tentang Reforma Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

“Kepemilikan dan penguasaan petani atas sawit di Indonesia harus ditingkatkan menjadi 80 persen,” kata Henry.

SPI juga menyoroti penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah menjelang penerapan kebijakan ekspor satu pintu.

Per 22 Mei 2026, harga TBS di Sumatera Barat dilaporkan turun dari Rp3.180 per kilogram menjadi Rp2.430 per kilogram. Di Bangka Belitung, harga TBS turun dari Rp3.080 menjadi Rp2.250 per kilogram, sedangkan harga di tingkat petani kepada tengkulak hanya sekitar Rp1.750 per kilogram.

Penurunan harga serupa juga terjadi di Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan Tengah.

SPI menilai penurunan harga tersebut perlu diwaspadai sebagai bagian dari dinamika transisi menuju kebijakan ekspor satu pintu dan diduga berkaitan dengan respons perusahaan besar sawit.

Henry menyinggung kondisi serupa pernah terjadi pada 2022 ketika pemerintah melarang ekspor crude palm oil (CPO). Saat itu, perusahaan eksportir disebut merespons dengan menurunkan harga TBS petani.

“Oleh karena itu, di tengah masa transisi ini, pemerintah harus memastikan harga TBS tidak jatuh. Negara tidak boleh membiarkan petani menjadi korban dari proses penyesuaian kebijakan,” ujarnya.

SPI meminta BUMN turut menyerap TBS petani guna menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. Selain itu, SPI juga mendorong penguatan koperasi perkebunan sawit rakyat di desa-desa agar petani memiliki posisi tawar lebih kuat dan tidak bergantung pada tengkulak maupun perusahaan besar.

Menurut SPI, koperasi petani harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam rantai nilai industri sawit nasional.

Sumber: Bisnis


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria.Wamenkomdigi Dorong Generasi Muda Kuasai STEM dan Literasi Digital
Ilustrasi.Disbun Riau Kirim Surat ke Perusahaan Terkait Penurunan Harga TBS Sawit
SPI Minta Kepemilikan Sawit Rakyat Ditingkatkan Jadi 80 Persen
  Salah satu pelaku saat ditangkap (dok. Polresta Pekanbaru)Terungkap, Sopir MinyaKita Tewas Dilakban di Pekanbaru Dibunuh Rekan Kerja
Ilustrasi dapur SPPG.Polisi Selidiki Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG di Batam
Ilustrasi Disbun Riau tegaskan PKS harus ikut harga TBS sesuai ketetapan resmi (foto/int)Disbun Riau Keluarkan Surat Edaran, PKS Dilarang Turunkan Harga Sawit Sepihak
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved