www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Buruan Beli Mobil Daihatsu di Program Daihatsu Mid Year Surprise Deals, Banyak Untungnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Waka BGN Minta SPPG Gunakan Minimal 15 Supplier Bahan Pangan
Minggu, 08 Maret 2026 - 08:26:00 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang.

JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa yayasan maupun mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak diperbolehkan memonopoli pasokan bahan baku pangan untuk dapur program tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihak yang terbukti memaksakan kepala SPPG agar hanya menerima pasokan dari satu atau dua pemasok tertentu akan dikenakan sanksi tegas, termasuk penghentian sementara operasional dapur atau suspend.

“Jika ada yang memonopoli supplier, bisa kami suspend. SPPG harus memiliki minimal 15 supplier bahan pangan,” ujar Nanik saat Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan se-Kota Pekanbaru serta Koordinator Wilayah SPPG se-Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu (4/3/2026).

Dalam rapat yang dihadiri sekitar 326 pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, Nanik sempat memanggil kepala SPPG yang memiliki pemasok bahan pangan kurang dari lima unit usaha. Dari pemanggilan tersebut, terdapat sembilan kepala SPPG yang mengaku memiliki supplier terbatas.

Nanik menjelaskan bahwa ketentuan mengenai keterlibatan banyak pemasok telah diatur dalam Pasal 38 Ayat 1 Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa SPPG harus memberdayakan koperasi merah putih, koperasi desa, BUMDes, UMKM, petani, peternak, dan pelaku usaha mikro lainnya.

Ketentuan serupa juga tertuang dalam Petunjuk Teknis Tata Kelola Program MBG, yang mewajibkan dapur SPPG menggunakan bahan pangan dari masyarakat sekitar, termasuk petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM lokal.

Dengan melibatkan banyak pemasok, diharapkan masyarakat di sekitar dapur MBG dapat ikut merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut.

“SPPG harus menggunakan minimal 15 supplier bahan pangan,” tegas Nanik.

Ia juga meminta Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau untuk segera menindaklanjuti persoalan monopoli pemasok yang terjadi di beberapa dapur MBG.

Menurutnya, mitra yang tidak bersedia menambah jumlah supplier akan dikenakan sanksi penghentian operasional hingga waktu yang belum ditentukan.

“Saya beri waktu satu minggu. Jika tidak menambah hingga 15 supplier, dapur bisa kami suspend,” katanya.

Nanik menegaskan bahwa mitra SPPG diperbolehkan menampung bahan pangan dari pelaku UMKM maupun petani kecil, namun tidak boleh menguasai seluruh jalur pasokan.

Ia mencontohkan bahwa pemasok bahan pangan seharusnya berasal dari berbagai sumber, seperti pemasok tempe, tahu, ayam, daging, telur, hingga buah yang berbeda-beda.

Namun demikian, ia memperbolehkan mitra membina petani kecil agar dapat menjadi pemasok resmi, misalnya dengan menggabungkan beberapa petani dalam satu usaha dagang sehingga memiliki badan usaha dan rekening sendiri.

“Yang penting tidak terjadi monopoli,” ujarnya.

Nanik juga mengingatkan bahwa kepala SPPG, pengawas gizi, maupun pengawas keuangan yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diperbolehkan melakukan transaksi langsung dengan supplier.

Tugas mencari pemasok memang menjadi tanggung jawab mitra, namun jumlah serta identitas supplier tetap harus diketahui dan diawasi oleh kepala SPPG. Selain itu, jalur pemasok juga tidak boleh hanya melalui satu pintu yang dikendalikan oleh mitra.

Sumber: Suara


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Buruan Beli Mobil Daihatsu di Program Daihatsu Mid Year Surprise Deals, Banyak Untungnya
Rencana videotron shibuya Jepang yang akan dibangun di Pekanbaru.(ilustrasi/int)Andre Rosiade Janji Percantik Pekanbaru, Videotron Raksasa Siap Dibangun
PHR optimalkan sumur tua dengan teknologi CEOR.(foto: andi/halloriau.com)PHR Optimalkan Sumur Tua dengan Teknologi CEOR, WK Rokan Tetap Penyumbang Terbesar Nasional
Kegiatan parenting talk show dalam event Honda PCX 160 Bikers Playland di Capella Honda 88 Pekanbaru.(foto: barkah/halloriau.com)Honda PCX 160 Bikers Playland Pekanbaru Angkat Isu Fatherless, Pesan Penting untuk Para Ayah
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (foto/merdeka)Menko Polkam: Kapolda hingga Pangdam Pertaruhkan Jabatan Jika Gagal Kendalikan Karhutla
  Asisten I Setdaprov Riau sekaligus Ketua Umum LPTQ Riau, Zulkifli Syukur.(foto: mcr)MTQ ke-44 Riau 2026 Hadir dengan Konsep Baru, Pacu Jalur Jadi Magnet Tambahan Pengunjung
Wujud Kepedulian Sosial, Astra Daihatsu SM Amin Pekanbaru Gelar Donor Darah
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Dua Hotspot Terpantau di Riau Sabtu Sore, Ini Sebaran Lengkap di Sumatera
IKTS dan P3KPI Pekanbaru siap sukseskan PP Nomor 20 tahun 2026 (foto/ist)IKTS dan P3KPI Pekanbaru Siap Dukung Sosialisasi PP 20 Tahun 2026 bagi UMKM
KLH/BPLH dorong kolaborasi tata kelola air dan berbagi air untuk perkuat pencegahan Karhutla di lahan gambut Riau (foto/ist)KLH/BPLH Apresiasi Praktik Pengelolaan Gambut dan Water Sharing di Riau sebagai Model Pencegahan Karhutla Berkelanjutan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved