www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Perubahan KUA-PPAS Kuansing Disahkan, Pembahasan APBD 2026 Dikebut
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Berjam-jam Antre Solar, DPRD Pekanbaru Soroti Distribusi BBM Subsidi
Selasa, 22 September 2026 - 20:17:22 WIB
Antrean panjang kendaraan untuk BBM solar jadi pemandangan rutin di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Antrean panjang kendaraan untuk BBM solar jadi pemandangan rutin di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Solar subsidi di sejumlah SPBU di Riau belum juga menunjukkan tanda-tanda selesai.

Kondisi ini mendorong DPRD Kota Pekanbaru mendesak Pertamina tidak sekadar mengatur pasokan, tetapi memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri menilai, persoalan tersebut tidak bisa terus dipandang sebagai masalah antrean biasa.

Sebab, antrean Solar terjadi di lebih dari satu SPBU dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas.

"Kelangkaan Solar ini memang di mana-mana. Tapi berkaitan dengan BBM subsidi, tentu harapan kami ada beberapa pihak yang terlibat yang harus bisa menyelesaikan permasalahan itu," kata Azwendi, Selasa (22/9/2026).

Sorotan utama diarahkan kepada Pertamina sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam rantai penyaluran BBM.

Azwendi meminta pengawasan dilakukan secara berkala, bukan hanya ketika keluhan masyarakat sudah meluas.

"Pertama tentu dari pihak Pertamina harus melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara berkala, rutin," tuturnya.

"Bagaimana kita ketahui bahwasanya subsidi ini kan tentu banyak nanti terjadi penyalahgunaan," sambungnya.

Menurut Azwendi, ukuran keberhasilan penyaluran Solar subsidi bukan semata-mata adanya stok di SPBU.

Yang lebih penting adalah apakah BBM tersebut tersedia dalam jumlah dan waktu yang memungkinkan masyarakat memperoleh haknya tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di antrean.

Persoalan ini menjadi semakin serius karena antrean kendaraan dapat meluber ke badan jalan dan memicu kemacetan.

Di sisi lain, ketika stok cepat habis sementara kendaraan masih terus berdatangan, masyarakat tidak memiliki kepastian kapan Solar kembali tersedia.

Kondisi serupa sebelumnya juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Riau. Di Inhu, misalnya, sopir truk disebut harus mengantre hingga empat sampai enam jam ketika pasokan Solar terbatas.

"Begitu ada antrean panjang, kemacetan terus, diskriminasi ada juga. Kelompok tertentu mendapatkan, tapi masyarakat tidak mendapatkan BBM. Itu harus diselesaikan masalahnya," tegas Azwendi.

Desakan DPRD Pekanbaru tersebut menempatkan persoalan pada aspek yang lebih mendasar: bagaimana sistem pengawasan distribusi BBM subsidi bekerja di tingkat SPBU.

Azwendi meminta Pertamina dan pemerintah daerah memastikan terdapat mekanisme distribusi yang jelas, termasuk jadwal penyaluran sehingga masyarakat tidak datang ke SPBU tanpa kepastian.

"Paling tidak jangan langka seperti ini, jangan macet, jangan antre cukup panjang seperti ini," sebutnya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan telah meningkatkan atau menyesuaikan penyaluran BBM subsidi di Riau seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Namun, pernyataan mengenai penyesuaian pasokan tersebut perlu diikuti dengan pembuktian di lapangan.

Jika antrean masih terjadi berulang di berbagai SPBU, publik membutuhkan penjelasan yang lebih konkret mengenai titik persoalan, apakah berada pada kuota, distribusi, peningkatan konsumsi, tata kelola SPBU, atau potensi penyalahgunaan.

Azwendi juga menyinggung kemungkinan adanya permainan oknum dalam distribusi Solar subsidi.

Ia meminta pengawasan diperketat agar subsidi tidak justru dinikmati pihak yang tidak berhak.

"Dari pihak Pertamina sendiri ataupun SPBU sendiri juga memberikan jadwal yang pas sesuai. Kadang-kadang di lapangan banyak juga kita lihat masih banyak permainan-permainan oknum yang itu merugikan akhirnya masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dan itu harus diawasi," pungkasnya.

Penulis: Mimi Purwanti
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
DPRD Kuansing optimistis APBD Perubahan 2026 rampung akhir September.(foto: ultra/halloriau.com)Perubahan KUA-PPAS Kuansing Disahkan, Pembahasan APBD 2026 Dikebut
Canva.Cara Mudah Membuat Logo Usaha dengan Bantuan AI
Ist.BRK Syariah Raih Penghargaan Ketepatan Proyeksi Terbaik dari BI
Ratusan hotspot terdeteksi di Sumatera sore ini.(ilustrasi/AI/halloriau.com)672 Hotspot Kepung Sumatera Sore ini, Riau 1 Titik
Kunjungan jurnalis mitra BI Riau di salah satu ruangan Museum BI Jakarta.(foto: barkah/halloriau.com)Museum BI Tak Lagi Sekadar Cerita Uang, Kini Jadi Ruang Gagasan dan Literasi Ekonomi
  Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)16 Sekolah Pekanbaru Dapat Kucuran Rp17 Miliar, DPRD: Harus Diawasi Ketat
Sekdakab Inhu, Zulfahmi Adrian.(foto: istimewa)Sekolah di Wilayah 3T Jadi Sorotan, Pemkab Inhu Kejar Pemerataan Pendidikan
Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) 2026 bertajuk "Future Ready Generation" yang digelar di Umri (foto/riki)Hadapi Era Digital dan AI, Mahasiswa Umri Didorong Berani Berwirausaha
Ist.Perkuat Kepastian Hukum, BRK Syariah Bagansiapiapi Gandeng Kejari Rokan Hilir
Perlindungan PPPK paruh waktu, Pemprov Riau gandeng BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS (foto/int)Pemprov Riau Pastikan PPPK Paruh Waktu dan Non-ASN Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved