PELALAWAN – Sejumlah ibu tampak tekun menggoreskan canting di atas selembar kain putih. Ujung canting yang terbuat dari tembaga bergerak perlahan, menorehkan malam cair menjadi garis-garis yang membentuk pola batik.
Di samping mereka, seorang anak laki-laki turut mencoba aktivitas membatik. Sesekali ia memperhatikan gerakan canting, berusaha mengikuti pola yang dibuat di atas kain.
Aktivitas tersebut menjadi salah satu daya tarik di stan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam perhelatan Helat Pelalawan 2026.
Selama kegiatan berlangsung, stand perusahaan yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, itu menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat sekaligus mencoba proses membatik bersama para mitra binaan perusahaan.
Sejak Helat Pelalawan dibuka pada 8 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan, stan RAPP menghadirkan beragam kegiatan.
Tidak hanya menampilkan produk perusahaan, stan ini juga memperkenalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra binaan, perlengkapan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), edukasi proses pembuatan kertas, hingga bibit tanaman.
Kegiatan membatik menjadi salah satu cara mempertemukan produk kerajinan dengan masyarakat. Pengunjung tidak sekadar melihat hasil akhir, tetapi juga dapat merasakan langsung proses pembuatannya.
Bagi para mitra binaan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keterampilan dan produk yang mereka kembangkan. Kehadiran pengunjung juga membuka ruang interaksi untuk mengenalkan kerajinan lokal kepada masyarakat yang datang meramaikan perayaan hari jadi kabupaten.
Selain membatik dan produk tenun, RAPP turut memperkenalkan uji coba program pemintalan benang sutra. Berbagai produk makanan ringan atau snack hasil usaha mitra binaan juga ditampilkan untuk memperkenalkan ragam produk yang dihasilkan pelaku UMKM.
Kehadiran produk-produk tersebut memperlihatkan beragam potensi usaha masyarakat, mulai dari kerajinan hingga olahan pangan. Melalui kegiatan di stan, pengunjung dapat mengenal produk sekaligus melihat keterampilan yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi para mitra binaan.
Edukasi Lingkungan dan Karhutla Sejak Dini
Di bagian sudut stan, perhatian pengunjung diarahkan pada perlengkapan pemadam kebakaran yang digunakan untuk mendukung penanggulangan karhutla.
Peralatan yang diperkenalkan mencakup pompa induk, pompa apung, dan pompa jinjing, yang digunakan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.
Kehadiran peralatan tersebut tidak hanya memperkenalkan sarana pemadaman kebakaran, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat, termasuk para siswa yang berkunjung ke stan RAPP.
Para siswa diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan serta memahami bahaya kebakaran hutan dan lahan. Melalui pengenalan peralatan dan penjelasan mengenai pencegahan karhutla, mereka mendapat gambaran tentang upaya yang diperlukan untuk melindungi hutan dan lingkungan dari ancaman kebakaran.

Edukasi ini penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas dan ketersediaan peralatan pemadam, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kawasan sekitar.
Hal-hal sederhana, seperti tidak membakar sampah sembarangan, tidak menyalakan api di kawasan rawan kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran, dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan yang diperkenalkan kepada generasi muda.
Dengan pemahaman tersebut, para siswa diharapkan semakin mengenal hubungan antara perilaku manusia dan kelestarian lingkungan. Pengetahuan mengenai bahaya karhutla menjadi bekal untuk membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap alam.
Mengenal Peralatan dan Sistem Pencegahan Karhutla
Narasumber dari tim fire fighter RAPP, Dochlas Sianturi, menjadi salah satu sumber informasi mengenai perlengkapan penanggulangan karhutla yang ditampilkan di stan.
Menurutnya, selain pompa induk, pompa apung, dan pompa jinjing, upaya pencegahan karhutla juga didukung sarana pemantauan di wilayah operasional perusahaan.
"Sarana tersebut antara lain kamera pengawas atau CCTV, menara pengawas, serta drone," katanya.
Peralatan pemadam dan sarana pemantauan memiliki fungsi yang saling melengkapi. Peralatan pemadam digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran, sedangkan sarana pemantauan membantu mengawasi kondisi lapangan dan mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Pengenalan berbagai sarana tersebut memberikan gambaran kepada pengunjung bahwa penanggulangan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan yang menyeluruh.
Upaya menjaga kawasan hutan dan lahan tidak cukup hanya mengandalkan tindakan ketika api sudah muncul, tetapi juga memerlukan langkah pencegahan dan pemantauan secara berkesinambungan.
Melalui materi yang ditampilkan, stan RAPP menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perlengkapan pemadam kebakaran sekaligus memahami pentingnya peran pencegahan dalam menghadapi risiko karhutla.
Bagi para siswa, pengenalan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bahwa upaya menjaga lingkungan melibatkan pengetahuan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap kondisi di sekitar.
Dari Proses Pembuatan Kertas hingga Bibit Tanaman
Selain pemberdayaan UMKM dan edukasi karhutla, stan RAPP turut menghadirkan materi mengenai bahan dasar dan proses pembuatan kertas.
Melalui materi tersebut, pengunjung dapat mengenal tahapan pengolahan bahan baku menjadi produk kertas yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan ini memberikan wawasan mengenai proses industri yang dekat dengan aktivitas masyarakat.
Kehadiran bibit tanaman turut melengkapi materi yang ditampilkan. Bibit tersebut menjadi bagian dari pengenalan aspek tanaman dan lingkungan, sekaligus membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengetahui lebih jauh mengenai jenis tanaman yang diperkenalkan perusahaan.
Beragam materi tersebut menghadirkan sejumlah sisi kegiatan dalam satu ruang, mulai dari proses industri, pengenalan perlengkapan karhutla, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Partisipasi RAPP dalam Helat Pelalawan merupakan bagian dari keikutsertaan perusahaan dalam perayaan hari jadi daerah tempat perusahaan beroperasi.
Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat melalui beragam informasi, kegiatan edukatif, dan produk yang ditampilkan.
Melalui kehadiran mitra binaan, pengunjung dapat melihat hasil keterampilan dan usaha yang dikembangkan masyarakat. Sementara itu, pengenalan perlengkapan karhutla dan edukasi lingkungan memberikan wawasan mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Dari goresan canting di atas kain, produk makanan ringan hasil usaha mitra binaan, hingga pengenalan perlengkapan pemadam kebakaran kepada para siswa, stan RAPP menghadirkan beragam aktivitas selama Helat Pelalawan 2026.
Perayaan hari jadi Kabupaten Pelalawan yang digelar tiap tahun ini selalu menjadi ruang pertemuan antara produk lokal, edukasi, dan pengenalan kegiatan perusahaan kepada masyarakat.
Harapannya, pengunjung tidak hanya membawa pulang pengalaman melihat berbagai produk, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya mengembangkan usaha masyarakat dan menjaga lingkungan secara bersama-sama.