PELALAWAN - Beragamnya produk turunan kelapa sawit yang dipasarkan PT Musim Mas menjadi sorotan dalam Helat Pelalawan 2026 di Ruang Publik Kreatif (RPK), Pangkalan Kerinci, Sabtu (10/10/2026).
Namun, di balik banyaknya produk yang diperkenalkan, tantangan industri sawit tetap terletak pada sejauh mana nilai tambah komoditas tersebut dapat dirasakan masyarakat daerah penghasil.
Melalui stan pameran, perusahaan memperkenalkan produk hilir untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri, mulai dari minyak goreng, sabun mandi, bumbu makanan, bahan baku kosmetik, oleokimia, biodiesel hingga lilin nabati.
Manager Humas PT Musim Mas, Malinton Purba SH mengatakan, keikutsertaan perusahaan dalam kegiatan tersebut bertujuan mendekatkan produk olahan sawit kepada masyarakat.
"Helat Pelalawan ini momentum kami untuk mendekatkan produk hilir ke masyarakat. Kami ingin warga tahu, sawit yang tumbuh di Pelalawan ini kembali lagi ke mereka dalam bentuk Sunco yang jernih dan berkualitas," ujar Malinton.
Di sektor pangan, Musim Mas menawarkan minyak goreng Sunco dengan harga yang diklaim berada di bawah harga pasar.
Perusahaan juga memperkenalkan merek Tropical, Margareta, dan Surya Gold yang dipasarkan ke berbagai negara.
Selain minyak goreng, pengunjung dapat mengenal produk perawatan tubuh dan kebersihan, seperti sabun Lervia, Harmony dan Lark, serta produk Medicare, Champion, dan Pizzi.
Staf Bidang Humas PT Musim Mas, Yusuf mengatakan, variasi produk tersebut menunjukkan luasnya pemanfaatan kelapa sawit dalam berbagai sektor industri.
"Produk turunan kita cukup banyak, Bang," kata Yusuf.
Staf produk PT Musim Mas, Harum menambahkan, sejumlah produk yang diperkenalkan dalam pameran meliputi sabun Harmony dan Lervia, bumbu marinasi Master Cook, penyedap rasa Master Cook, serta minyak goreng Sunco.
Pengembangan produk hilir juga mencakup bahan baku industri makanan, kosmetik, dan energi.
Untuk industri makanan, Musim Mas memperkenalkan produk cocoa butter equivalent (CBE), yakni lemak nabati pengganti atau padanan lemak kakao, melalui merek Choco, Goldchoc, dan Chocoxan.
Sementara itu, produk oleokimia dengan merek Mascid, Mascol, dan Mascerol menyasar kebutuhan industri.
Perusahaan juga memiliki produk biodiesel dan lilin nabati sebagai bagian dari diversifikasi pemanfaatan kelapa sawit.
Ragam produk tersebut menggambarkan peluang ekonomi dari pengolahan sawit menjadi barang bernilai tambah lebih tinggi dibandingkan sekadar menjual bahan mentah.
Meski demikian, pameran produk belum cukup untuk menggambarkan besarnya manfaat hilirisasi bagi Pelalawan.
Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan usaha kecil dan menengah, serta kontribusi ekonomi bagi daerah tetap menjadi aspek penting untuk dinilai.
Helat Pelalawan 2026 menjadi kesempatan bagi perusahaan memperkenalkan produk kepada konsumen.
Pada saat yang sama, momentum ini relevan untuk mendorong agar potensi industri sawit tidak hanya terlihat dari banyaknya produk turunan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di wilayah penghasilnya.